Whale Kripto Mulai Borong LINK dan PENDLE, Token ENA Justru Dilepas Besar-Besaran

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi AI

Gambar ilustrasi AI

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan investor kakap atau whale kembali menjadi perhatian pasar kripto global pada Mei 2026. Sejumlah altcoin mulai masuk radar akumulasi, sementara beberapa aset lain justru mengalami aksi jual besar-besaran.

Data terbaru menunjukkan whale aktif menambah kepemilikan pada token Chainlink (LINK) dan Pendle (PENDLE). Di sisi lain, token Ethena (ENA) justru mendapat tekanan setelah investor besar melepas jutaan token ke pasar.

Aktivitas whale sering dianggap sebagai indikator awal arah pergerakan pasar karena transaksi dalam jumlah besar mampu memengaruhi harga aset kripto dalam waktu singkat.

Whale Borong Chainlink (LINK)

Token Chainlink menjadi salah satu aset yang paling banyak dikoleksi whale dalam beberapa pekan terakhir. Investor besar tercatat menambah sekitar 360 ribu LINK dengan nilai mencapai jutaan dolar AS.

Analis menilai akumulasi tersebut berkaitan dengan optimisme pasar terhadap proyek oracle blockchain milik Chainlink yang masih menjadi salah satu infrastruktur penting dalam ekosistem kripto.

Baca Juga :  Pasokan Sulfur dan Kuota Bijih Nikel Tertekan, Pemerintah Diminta Evaluasi Ekspansi Smelter

Selain itu, performa historis LINK pada awal tahun juga dinilai cukup positif sehingga menarik minat investor institusi dan pemegang modal besar.

Pendle Tetap Menarik Meski Pasar Fluktuatif

Selain LINK, token Pendle (PENDLE) juga masuk daftar aset yang diborong whale. Investor besar dilaporkan menambah sekitar 770 ribu token PENDLE di tengah kondisi pasar yang masih bergerak volatil.

Meski beberapa indikator teknikal masih menunjukkan potensi tekanan bearish, sebagian analis melihat adanya sinyal akumulasi dari smart money yang mulai masuk ke aset tersebut.

Pendle sendiri dikenal sebagai proyek decentralized finance (DeFi) yang fokus pada perdagangan yield dan strategi pendapatan berbasis aset digital.

Ethena (ENA) Malah Dilepas

Berbeda dengan LINK dan PENDLE, token Ethena (ENA) justru mengalami aksi jual cukup besar. Whale tercatat melepas sekitar 20 juta token ENA dengan nilai mencapai lebih dari US$4 juta.

Baca Juga :  IHSG Menguat ke 7.092, Saham UNVR dan TPIA Pimpin Reli Big Caps

Tekanan terhadap ENA muncul setelah nilai total aset terkunci atau Total Value Locked (TVL) proyek tersebut mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Penurunan TVL sering dianggap sebagai sinyal melemahnya aktivitas pengguna dalam ekosistem sebuah proyek kripto sehingga memicu kekhawatiran investor.

Pergerakan Whale Jadi Sinyal Pasar

Dalam industri aset digital, whale merupakan istilah untuk investor atau institusi yang memiliki kepemilikan kripto dalam jumlah sangat besar. Aktivitas mereka sering menjadi perhatian trader karena dapat memicu lonjakan maupun tekanan harga.

Ketika whale mulai mengakumulasi aset tertentu, pasar biasanya menganggap langkah tersebut sebagai sinyal optimisme jangka menengah. Sebaliknya, aksi jual besar-besaran dapat memicu sentimen negatif di kalangan investor ritel.

Selain pergerakan whale, pasar juga menyoroti langkah sejumlah bursa kripto yang mulai mengevaluasi daftar aset digital mereka. Beberapa token bahkan menghadapi delisting akibat minimnya aktivitas perdagangan dan penurunan kualitas proyek. (Pro)

Berita Terkait

Tokocrypto Tembus 5 Juta Pengguna, Perkuat Dominasi di Pasar Kripto
Shopee Gelontorkan Rp165 Miliar untuk Voucher UMKM Lokal Sepanjang 2025
Harga Ethereum Tertekan, Aksi Jual Whale dan ETF Picu Risiko Koreksi Lebih Dalam
IHSG Menguat, Tetapi Sejumlah Saham Justru Rontok Tajam
ST016 Resmi Meluncur, Tawarkan Kupon di Atas 6 Persen dan Jadi Incaran Investor Ritel
Samsung Pecahkan Rekor, Kapitalisasi Pasar Tembus US$1 Triliun Berkat Lonjakan Saham AI
Investor Asing Serbu Bursa, Net Buy Capai 1,80 Miliar Saham dalam Sehari
Pasokan Sulfur dan Kuota Bijih Nikel Tertekan, Pemerintah Diminta Evaluasi Ekspansi Smelter
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:05 WIB

Tokocrypto Tembus 5 Juta Pengguna, Perkuat Dominasi di Pasar Kripto

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:41 WIB

Shopee Gelontorkan Rp165 Miliar untuk Voucher UMKM Lokal Sepanjang 2025

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:49 WIB

Whale Kripto Mulai Borong LINK dan PENDLE, Token ENA Justru Dilepas Besar-Besaran

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:17 WIB

Harga Ethereum Tertekan, Aksi Jual Whale dan ETF Picu Risiko Koreksi Lebih Dalam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:11 WIB

IHSG Menguat, Tetapi Sejumlah Saham Justru Rontok Tajam

Berita Terbaru

Artikel

Rekomendasi Jus Sayur Terbaik untuk Turunkan Berat Badan

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:03 WIB