Anak Muda Kini Lirik Properti Luar Negeri, Malaysia Jadi Incaran Baru Investasi Generasi Muda

Perubahan Cara Pandang Gen Z dan Milenial Dorong Tren Investasi Properti Lintas Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Cara generasi muda memandang properti mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya rumah identik dengan simbol kemapanan dan aset jangka panjang, kini properti mulai diposisikan sebagai bagian dari strategi finansial dan mobilitas global.

Tren tersebut mendorong semakin banyak Gen Z dan milenial melirik peluang investasi properti di luar negeri, terutama di Malaysia.

Perubahan pola pikir ini muncul seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya diversifikasi aset.

Selain mempertimbangkan lokasi dan fungsi hunian, mereka kini juga menilai potensi keuntungan investasi, stabilitas mata uang, hingga peluang pertumbuhan nilai aset di masa depan.

Pelemahan Rupiah dan Kondisi Pasar Jadi Pertimbangan

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam jangka panjang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investasi generasi muda. Di sisi lain, perlambatan pasar properti domestik membuat sebagian investor mulai mencari alternatif investasi yang dinilai lebih menjanjikan di luar negeri.

Data yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan transaksi perumahan di Indonesia mengalami penurunan pada awal 2026.

Baca Juga :  PMN Rp1 Triliun Perumnas Belum Cair, Perubahan Kementerian Jadi Kendala

Kondisi ini diperkuat oleh kenaikan suku bunga yang berdampak pada meningkatnya biaya kredit pemilikan rumah (KPR). Akibatnya, banyak calon investor muda lebih selektif dalam memilih instrumen investasi properti.

Malaysia Menjadi Destinasi Favorit

Malaysia muncul sebagai salah satu negara yang banyak dilirik investor muda Indonesia. Kedekatan geografis, kemiripan budaya, kualitas infrastruktur, akses pendidikan, serta sistem transportasi yang berkembang menjadi daya tarik tersendiri.

Kawasan seperti Kuala Lumpur dan Johor disebut menjadi pusat pertumbuhan yang menarik perhatian profesional muda maupun keluarga yang memiliki mobilitas tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, perkembangan teknologi memudahkan calon investor memperoleh informasi mengenai pasar properti internasional tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Properti Kini Dinilai dari Potensi Keuntungan

Bagi generasi muda saat ini, kepemilikan rumah bukan lagi sekadar pencapaian hidup. Properti lebih banyak dinilai berdasarkan potensi arus kas, imbal hasil sewa, kenaikan nilai aset, dan stabilitas ekonomi kawasan tempat investasi dilakukan.

Baca Juga :  Permen PKP 4/2025 Resmi Berlaku, Pengelolaan Rumah Susun Diperkuat

Beberapa kawasan di Malaysia bahkan disebut mampu memberikan tingkat pengembalian investasi yang kompetitif, baik dari sisi capital gain maupun pendapatan sewa.

Namun demikian, para pelaku industri mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tetap bergantung pada lokasi, harga beli, dan waktu masuk pasar.

Tren Global yang Mengubah Pola Investasi

Pengamat menilai fenomena ini bukan sekadar tren membeli properti di luar negeri, melainkan bagian dari perubahan gaya hidup generasi muda yang semakin global.

Mobilitas lintas negara, peluang kerja internasional, dan kebutuhan membangun portofolio investasi yang beragam menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan mereka.

Di era digital yang semakin terhubung, batas antara investasi lokal dan internasional semakin tipis. Karena itu, banyak anak muda kini tidak hanya bertanya di mana harus membeli rumah, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat berkembang sejalan dengan tujuan hidup dan kondisi ekonomi masa depan.(Pro)

Berita Terkait

BP Tapera Buka Akses Rumah Subsidi bagi Buruh, Ini Kemudahan KPR-nya
Kuota FLPP 350 Ribu Unit Terancam Tak Terserap, Pengembang Keluhkan Aturan Lahan dan Biaya Material
Eks Hotel Sultan Disiapkan Jadi Ikon Baru Jakarta, Pemerintah Gandeng Investor Dalam dan Luar Negeri
Harmoni Park Group Targetkan Penjualan Properti Naik 20 Persen pada 2026, Hunian Bekasi Makin Diminati
KPR Tenor 40 Tahun Segera Diterapkan, Cicilan Rumah Subsidi Berpotensi di Bawah Rp1 Juta
PPN DTP hingga Akhir 2026 Dorong Penjualan Rumah Menengah, Citanusa Catat Kenaikan Closing Rate
PWON Raih Penghargaan BIA 2026, Pendapatan Pakuwon Jati Tembus Rp7,11 Triliun
PMN Rp1 Triliun Perumnas Belum Cair, Perubahan Kementerian Jadi Kendala
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 18:39 WIB

BP Tapera Buka Akses Rumah Subsidi bagi Buruh, Ini Kemudahan KPR-nya

Senin, 27 Juli 2026 - 13:02 WIB

Kuota FLPP 350 Ribu Unit Terancam Tak Terserap, Pengembang Keluhkan Aturan Lahan dan Biaya Material

Senin, 20 Juli 2026 - 17:41 WIB

Eks Hotel Sultan Disiapkan Jadi Ikon Baru Jakarta, Pemerintah Gandeng Investor Dalam dan Luar Negeri

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:04 WIB

Harmoni Park Group Targetkan Penjualan Properti Naik 20 Persen pada 2026, Hunian Bekasi Makin Diminati

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:33 WIB

KPR Tenor 40 Tahun Segera Diterapkan, Cicilan Rumah Subsidi Berpotensi di Bawah Rp1 Juta

Berita Terbaru