Bitcoin Anjlok ke US$64.000, Altcoin Malah Melejit hingga 228 Persen, Ada Apa di Pasar Kripto?

Bitcoin Turun 12 Persen dalam Sepekan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi Crypto currency

Gambar ilustrasi Crypto currency

Okepost.id, Jakarta – Bitcoin kembali mengalami tekanan hebat dalam sepekan terakhir. Aset kripto terbesar di dunia itu terjun dari area US$70.000 ke kisaran US$64.000 hanya dalam hitungan hari, memicu penurunan kapitalisasi pasar kripto global lebih dari 5 persen dalam sehari.

Berdasarkan data perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 10.45 WIB, harga Bitcoin berada di level US$64.428 atau melemah sekitar 12,23 persen dibandingkan sepekan sebelumnya.

Penurunan tajam tersebut diiringi lonjakan volume transaksi yang menunjukkan terjadinya likuidasi besar-besaran pada posisi leverage.

Kondisi ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko global yang terus membayangi pasar keuangan.

Meski Bitcoin dan mayoritas aset digital terkoreksi, sejumlah altcoin justru menunjukkan performa yang sangat impresif.

Dalam tujuh hari terakhir, HYPE dan INJ masing-masing menguat 19 persen. Sementara itu, XLM melesat 53 persen, token H melonjak 151 persen, dan LAB mencatat kenaikan spektakuler hingga 228 persen.

Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menilai fenomena tersebut bukan mencerminkan kepanikan pasar secara menyeluruh, melainkan pergeseran aliran dana investor ke aset yang memiliki narasi dan fundamental lebih kuat.

Menurutnya, minat investor terhadap aset berisiko masih cukup tinggi. Investor hanya mengalihkan modal ke proyek-proyek yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih besar di tengah ketidakpastian pasar.

Baca Juga :  Whale Kripto Mulai Borong LINK dan PENDLE, Token ENA Justru Dilepas Besar-Besaran

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia. Dampaknya mulai terasa pada berbagai sektor ekonomi di luar energi dan pangan.

Data inflasi terbaru Amerika Serikat melalui indikator Consumer Price Index (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE) menunjukkan tekanan harga yang masih berlanjut.

Situasi ini memperbesar peluang bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkannya.

Namun demikian, pasar saham Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan. Dalam lima hari terakhir, indeks S&P 500 menguat 1,11 persen, sedangkan Nasdaq naik 1,49 persen.

Kinerja tersebut mengindikasikan investor belum sepenuhnya beralih ke aset defensif.

Sementara harga aset kripto mengalami koreksi, perkembangan adopsi teknologi blockchain justru semakin pesat.

Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), lembaga kliring utama di Wall Street, mengumumkan rencana membawa saham, ETF, dan obligasi pemerintah Amerika Serikat ke jaringan blockchain publik mulai 2027.

Pada saat yang sama, SoFi meluncurkan stablecoin miliknya sendiri, sedangkan Cash App mulai mengintegrasikan layanan pembayaran berbasis USDC kepada jutaan pengguna.

Baca Juga :  Rekomendasi Kripto Hari Ini: CRCLX, PENDLE, dan BIO Dinilai Berpeluang Menguat Saat Pasar Koreksi

Dari sisi regulasi, industri aset digital juga memperoleh angin segar setelah CLARITY Act resmi masuk agenda pembahasan Senat Amerika Serikat. Langkah tersebut dinilai dapat memberikan kepastian hukum yang selama ini dinantikan pelaku industri kripto.

Fahmi menilai koreksi harga yang terjadi saat ini berpotensi menjadi peluang bagi investor jangka panjang.

Berdasarkan pola siklus sebelumnya, fase koreksi sering kali menjadi momentum akumulasi sebelum pasar memasuki periode ekspansi berikutnya.

Di luar pasar kripto, perhatian investor global juga tertuju pada sektor teknologi. Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic, pengembang AI Claude, dilaporkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO) secara rahasia.

Langkah tersebut memperkuat sinyal bahwa gelombang IPO perusahaan teknologi besar mulai bergulir. Selain Anthropic, nama SpaceX juga menjadi sorotan.

Perusahaan antariksa milik Elon Musk yang memiliki valuasi lebih dari US$500 miliar itu disebut-sebut tengah mempersiapkan langkah menuju pasar saham.

Jika terealisasi, IPO SpaceX berpotensi menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah pasar modal global dan menjadi magnet baru bagi investor di seluruh dunia.(Pro)

Berita Terkait

Rekomendasi Kripto Hari Ini: VIRTUAL dan ROBO Berpeluang Melonjak, Simak Target Harganya
Bitcoin Turun Tajam Hari Ini? Ini 5 Penyebab Utama yang Membuat Harga BTC Anjlok
Revisi UU P2SK 2026 Perluas Wewenang OJK, Aset Kripto hingga Bursa Mineral Bakal Diawasi Ketat
Harga Kripto Hari Ini Anjlok, Bitcoin Turun 7 Persen, Stellar dan Solana Memimpin Pelemahan
MoneyGram Luncurkan MGUSD di Stellar, Stablecoin Dolar yang Siap Ubah Pembayaran Global
Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Dua Bulan, Strategy Jual BTC Pertama Kalinya Sejak 2022
Investor Institusi Diduga Keluar dari Kripto, Transaksi Jumbo ETF Bitcoin BlackRock Tembus US$1,26 Miliar
Pasar Kripto Diguncang Outflow Rp75 Triliun, Apa Penyebabnya?
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:08 WIB

Rekomendasi Kripto Hari Ini: VIRTUAL dan ROBO Berpeluang Melonjak, Simak Target Harganya

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:09 WIB

Bitcoin Turun Tajam Hari Ini? Ini 5 Penyebab Utama yang Membuat Harga BTC Anjlok

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:38 WIB

Revisi UU P2SK 2026 Perluas Wewenang OJK, Aset Kripto hingga Bursa Mineral Bakal Diawasi Ketat

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:55 WIB

Bitcoin Anjlok ke US$64.000, Altcoin Malah Melejit hingga 228 Persen, Ada Apa di Pasar Kripto?

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:13 WIB

Harga Kripto Hari Ini Anjlok, Bitcoin Turun 7 Persen, Stellar dan Solana Memimpin Pelemahan

Berita Terbaru

Artikel

Buah yang Bagus untuk Otak Anak: Bikin Makin Pintar !

Jumat, 5 Jun 2026 - 09:57 WIB