Coinbase Tegaskan Stablecoin Privat Aman, Dorong Pengesahan CLARITY Act di AS

Pasar Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi AI

Gambar ilustrasi AI

Okepost.id, Jakarta – Coinbase kembali menegaskan dukungannya terhadap stablecoin pembayaran di tengah perdebatan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Sejumlah petinggi perusahaan kripto tersebut menilai digital dollar yang diterbitkan pihak swasta tidak otomatis menimbulkan ancaman bagi sistem keuangan AS.

Pernyataan itu muncul sebagai respons atas kolom opini The Wall Street Journal yang mempertanyakan risiko sistemik dari stablecoin privat.

Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal, bersama Chief Policy Officer Coinbase, Faryar Shirzad, secara terbuka mendukung Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act yang saat ini sedang diproses di Senat AS.

Coinbase Nilai Pengawasan Lebih Penting dari Status Privat

Paul Grewal menegaskan pembahasan stablecoin seharusnya berfokus pada sistem pengawasan dan pengelolaan risiko, bukan pada siapa penerbit aset digital tersebut.

Ia menilai layanan privat di sektor kesehatan, transportasi, hingga keamanan tetap bisa berjalan aman karena memiliki standar regulasi yang jelas. Menurutnya, pendekatan serupa juga dapat diterapkan pada stablecoin.

Baca Juga :  3 Altcoin yang Wajib Dipantau Akhir Pekan Ini, Ada Potensi Reli Besar

“Yang penting bukan apakah uang itu diterbitkan swasta atau pemerintah, tetapi bagaimana risiko diatur dan diawasi,” kata Grewal.

Ia juga menambahkan CLARITY Act dirancang untuk menciptakan kepastian hukum sekaligus memperkuat pengawasan industri aset digital di AS.

Stablecoin Disebut Berbeda dengan Sistem Bank

Dalam tanggapan kebijakan resmi Coinbase, Faryar Shirzad menjelaskan sekitar 90 persen suplai uang M2 di AS sebenarnya berasal dari instrumen privat seperti deposito bank komersial dan reksa dana pasar uang.

Karena itu, ia menilai keberadaan stablecoin privat bukan sesuatu yang baru dalam sistem keuangan modern.

Shirzad juga menyoroti aturan GENIUS yang telah mewajibkan penerbit stablecoin menyimpan cadangan penuh dalam bentuk kas dan surat utang negara AS jangka pendek.

Setiap stablecoin yang beredar wajib memiliki dukungan aset satu banding satu. Regulasi tersebut bahkan melarang aktivitas pinjaman, leverage, maupun praktik cadangan parsial.

Menurutnya, model bisnis stablecoin jauh lebih konservatif dibanding bank komersial yang menjalankan aktivitas kredit dan leverage tinggi.

Baca Juga :  Harga Kripto Hari Ini 30 April 2026: Koin Teratas Kompak Melemah

Transparansi Stablecoin Dinilai Lebih Tinggi

Coinbase menyebut penerbit stablecoin saat ini diwajibkan memberikan laporan cadangan secara rutin dan transparansi data transaksi secara real time melalui teknologi blockchain.

Sistem itu dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik karena pengguna dapat memantau cadangan aset secara langsung.

Shirzad menilai mekanisme tersebut justru menghadirkan tingkat transparansi yang lebih tinggi dibanding sistem perbankan tradisional.

CLARITY Act Masuki Tahap Krusial

Dukungan Coinbase muncul saat pembahasan CLARITY Act memasuki tahap penting di Komite Perbankan Senat AS.

Pelaku industri menilai dukungan dari perusahaan kripto besar dapat memengaruhi arah akhir regulasi stablecoin dan struktur pasar aset digital di Amerika Serikat.

Saat ini, Senat AS masih harus menyelaraskan rancangan aturan tersebut dengan versi RUU yang lebih dulu lolos di DPR AS sebelum memasuki tahap pengesahan akhir.

Jika tidak segera disahkan sebelum pemilu sela November mendatang, peluang CLARITY Act untuk lolos diperkirakan akan semakin berat. (Pro)

Berita Terkait

Clarity Act AS Ubah Arah Industri Kripto: Lahirkan Tren “Yield-as-a-Service” Berbasis AI
Bitcoin Pizza Day 2026 di Bali: Tokocrypto Soroti Masa Depan Pasar Kripto Global
Blockchain.com Siapkan IPO Rahasia di AS, Industri Kripto Kembali Bergairah
Stablecoin StablR Diretas, EURR dan USDR Lepas dari Patokan di Ethereum
Grayscale Soroti 4 Altcoin yang Berpotensi Diuntungkan dari CLARITY Act
3 Altcoin yang Wajib Dipantau Akhir Pekan Ini, Ada Potensi Reli Besar
ETF Hyperliquid (HYPE) Cetak Lonjakan Volume 50%, Arus Dana Investor Menguat
OKX Hadirkan Agent TradeKit, Teknologi AI Baru untuk Trading Kripto Otomatis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:14 WIB

Coinbase Tegaskan Stablecoin Privat Aman, Dorong Pengesahan CLARITY Act di AS

Senin, 25 Mei 2026 - 08:34 WIB

Clarity Act AS Ubah Arah Industri Kripto: Lahirkan Tren “Yield-as-a-Service” Berbasis AI

Senin, 25 Mei 2026 - 08:14 WIB

Bitcoin Pizza Day 2026 di Bali: Tokocrypto Soroti Masa Depan Pasar Kripto Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:06 WIB

Blockchain.com Siapkan IPO Rahasia di AS, Industri Kripto Kembali Bergairah

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:54 WIB

Stablecoin StablR Diretas, EURR dan USDR Lepas dari Patokan di Ethereum

Berita Terbaru

Artikel

Manfaat Pisang Ambon Untuk Kesehatan Dan Energi Alami

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:11 WIB