Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan di zona hijau setelah ditopang penguatan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan pertambangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada Senin, 25 Mei 2026, ditutup naik 44,30 poin atau 0,72 persen ke level 6.206,34. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak positif dan sempat menyentuh level tertinggi di 6.239,59.
Pergerakan pasar saham nasional hari ini didominasi sentimen positif. Sebanyak 470 saham tercatat menguat, 236 saham melemah, dan 114 saham bergerak stagnan. Nilai kapitalisasi pasar juga mencapai Rp10.720,78 triliun.
Kenaikan IHSG dipimpin oleh penguatan saham-saham big caps. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak 8,62 persen ke posisi Rp3.150 per saham. Penguatan tersebut menjadikan AMMN sebagai salah satu motor utama penggerak indeks.
Selain AMMN, saham perbankan berkapitalisasi jumbo ikut mendominasi perdagangan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 3,93 persen menjadi Rp3.170. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga melesat 3,39 persen ke level Rp6.100.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 2,91 persen menjadi Rp3.890. Saham PT Astra International Tbk (ASII) turut mencatat kenaikan 3,70 persen ke posisi Rp5.600 per saham.
Reli saham perbankan terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik dan stabilitas sektor keuangan nasional. Aksi beli investor asing juga terlihat mendominasi saham-saham bank besar sepanjang perdagangan.
Di tengah penguatan IHSG, beberapa saham grup energi justru mengalami tekanan jual. Saham PT Dian Swasta Energy Tbk (DSSA) menjadi saham big caps dengan penurunan terdalam setelah anjlok 11,93 persen ke Rp480 per saham.
Tekanan serupa terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang terkoreksi 11,75 persen menjadi Rp1.765. Adapun saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 2,86 persen menuju level Rp2.380 per saham.
Pada kelompok saham lapis tiga, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) menjadi top gainers setelah melesat 34,48 persen ke level Rp156. Saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) juga naik signifikan sebesar 28,33 persen menjadi Rp77 per saham.
Sebaliknya, saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) memimpin daftar top losers dengan penurunan 15 persen ke level Rp119. Saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turut melemah 14,89 persen menjadi Rp120 per saham.
Sebelumnya, pada sesi pertama perdagangan, IHSG sempat menguat hingga level 6.219. Berdasarkan riset harian Mirae Asset Sekuritas, kenaikan indeks saat itu didorong aksi beli besar-besaran pada saham bank jumbo.
BBRI tercatat memimpin penguatan dengan kenaikan 4,6 persen. Selanjutnya, BBCA naik 3,8 persen dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 3,4 persen.
Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia juga bergerak positif. Sebanyak sembilan dari 11 sektor berhasil menguat, dengan sektor transportasi dan barang konsumen non-primer menjadi penopang utama.
Sentimen eksternal turut membantu penguatan pasar domestik. Bursa saham Asia mayoritas ditutup menghijau setelah investor kembali merespons positif prospek pemulihan ekonomi kawasan dan stabilitas pasar global. (Pro)









