Top Losers Pekan Ini: ASPR Anjlok 37,85%, APIC dan LCKM Ikut Terseret

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan jual yang cukup besar sepanjang pekan ini. Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (ASPR) menjadi emiten dengan penurunan terdalam dan menempati posisi puncak daftar top losers mingguan setelah ambles 37,85%.

Harga saham ASPR merosot dari level 288 pada pekan sebelumnya menjadi 179 pada penutupan pekan ini. Penurunan sebesar 109 poin tersebut menjadi yang terbesar di antara saham-saham yang masuk dalam daftar top losers.

Di posisi kedua, saham PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC) terkoreksi 27,14% dari 1.345 menjadi 980. Sementara itu, saham PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) melemah 24,82% dan ditutup di level 106.

Tekanan jual juga membayangi sejumlah emiten lainnya. Saham PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) turun 24,07% ke level 410, sedangkan saham PT Dafam Property Indonesia Tbk. (DFAM) terkoreksi 23,57% menjadi 107.

Baca Juga :  Saham TCPI Masuk Daftar HSC BEI, FTSE Russell Siap Keluarkan Emiten Berkonsentrasi Tinggi dari Indeks

Saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) turut mencatat pelemahan signifikan sebesar 22,10% dari 905 menjadi 705. Selain itu, saham PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) turun 21,71%, diikuti PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) yang melemah 20,91%.

Di sektor perkebunan, saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) terkoreksi 20% hingga berada di level 700. Sementara itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melengkapi daftar 10 besar top losers dengan penurunan 19,30% ke level 1.150.

IHSG Turun 0,56% dalam Sepekan

Sejalan dengan melemahnya sejumlah saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan penurunan selama sepekan. IHSG ditutup di level 6.127,381 atau turun 0,56% dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di level 6.162,045.

Baca Juga :  BEI Ubah Aturan Harga Saham, Batas Minimum Turun Jadi Rp1 Mulai 28 September

Aktivitas perdagangan di BEI turut mengalami perlambatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 10,87% menjadi 2,11 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,37 juta kali transaksi.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 15,60% menjadi 30,95 miliar lembar saham dari 36,67 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Dari sisi investor asing, tercatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp8,519 triliun pada akhir pekan perdagangan. Sepanjang tahun 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih mencapai Rp53,971 triliun.

Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini

 

 

Berita Terkait

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB