IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup turun 2,59% ke level 5.936,15 pada Senin (12/10/2026). Aksi jual investor asing dan ketidakpastian pasar menambah tekanan terhadap bursa saham Indonesia.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan Senin (12/10/2026).

Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot 2,59% ke level 5.936,15, sekaligus menembus batas psikologis 6.000.

Pelemahan ini terjadi setelah IHSG sempat menguat hingga level 6.129. Namun, tekanan jual yang meluas membuat indeks berbalik arah dan menutup perdagangan di zona merah.

Seluruh sektor saham melemah. Sektor energi dan industri mencatatkan tekanan terbesar, sementara saham-saham berkapitalisasi besar ikut membebani pergerakan indeks.

Evaluasi MSCI Jadi Perhatian Pasar

Salah satu sentimen yang menjadi perhatian investor adalah evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia.

Baca Juga :  IHSG Sesi I Ambruk ke 6.307, 472 Saham Tertekan

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan transparansi kepemilikan saham, ketersediaan saham publik atau *free float*, serta kejelasan data yang menjadi dasar penghitungan indeks.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai pemulihan kepercayaan investor membutuhkan perbaikan nyata.

Namun, ia mengingatkan bahwa penurunan IHSG tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan sentimen MSCI tanpa bukti perkembangan terbaru.

Ia juga menegaskan bahwa MSCI merupakan penyedia indeks, bukan lembaga yang berwenang menjatuhkan denda kepada Indonesia.

Rupiah Melemah, Tekanan Pasar Bertambah

Pelemahan rupiah turut memperburuk sentimen pasar. Nilai tukar rupiah ditutup pada level Rp17.913 per dolar AS pada Senin.

Investor juga mengantisipasi perkembangan geopolitik di Timur Tengah serta rilis data inflasi Amerika Serikat pada 14 Oktober 2026. Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga dan pergerakan dolar AS.

Baca Juga :  Saham Big Caps Tekan IHSG, TPIA hingga BREN Ambles dalam Sepekan

Di tengah kondisi tersebut, Kiwoom Sekuritas mencatat aksi jual bersih investor asing di pasar reguler telah mencapai sekitar Rp111 triliun sepanjang tahun berjalan hingga 9 Oktober 2026.

IHSG Berpotensi Menguji Level Support

Penembusan level 6.000 meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko koreksi lanjutan. Kiwoom Sekuritas memperkirakan area 5.850 dan 5.715 menjadi level support yang perlu dicermati.

Peluang pemulihan indeks akan bergantung pada meredanya tekanan jual dan munculnya penguatan yang lebih merata pada saham-saham di BEI. (Pro)

Berita Terkait

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju
IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%
Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:57 WIB

IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Berita Terbaru