Kebiasaan Sehat yang Diam-diam Merusak Ginjal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost id – Cukup minum air putih, membatasi garam, atau menghindari konsumsi obat tanpa indikasi medis memang menjadi cara untuk menjaga organ ginjal. Meski begitu, ada beberapa kebiasaan lain yang dianggap dapat membantu menyehatkan ginjal, tetapi malah merusaknya.

Konsumsi protein yang cukup sangat penting untuk fungsi tubuh, tetapi jika berlebihan justru dapat merusak fungsi penyaringan darah yang dimiliki ginjal. Hal ini kerap kali terjadi pada orang yang rutin minum protein shake untuk membangun otot.

“Mengonsumsi protein dua atau tiga kali lipat dari yang direkomendasikan tidak akan membangun lebih banyak otot, itu hanya membuat ginjal bekerja lembur,” ungkap ahli urologi dr. David Shusterman, MD, melansir Best Life, Senin (27/4/2026).

Sebuah studi pada tahun 2020 dalam Journal of the American Society of Nephrology (JASN) membuktikan, pola makan tinggi protein memicu peningkatan insiden penyakit kronis baru.

Kondisi ini terjadi lantaran organ ini bertanggung jawab penuh menyaring protein dari darah, sehingga beban tambahan terus-menerus akan memicu masalah serius. Ahli nefrologi sekaligus Chief Medical Officer di Evergreen Nephrology, dr. Tim Pflederer, MD menambahkan, protein yang didapat dari daging hewani sangat berbahaya bagi individu berpenyakit kronis.

Baca Juga :  Kebiasaan Sederhana Ini Bikin Hubungan Awet dan Harmonis

Ia merekomendasikan untuk segera beralih ke protein nabati seperti kacang-kacangan, kedelai, dan lentil. Kebutuhan protein yang dianjurkan sekitar 0,8 – 1 gram protein per kilogram berat badan.

Mengonsumsi suplemen tertentu

Dokter mengingatkan bahwa suplemen tertentu dalam dosis sangat tinggi justru tidak menyehatkan. Oleh karena itu pada orang dengan penyakit tertentu dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen.

Kunyit, vitamin C, dan kalsium, terbukti memicu pembentukan batu ginjal, sedangkan vitamin D memicu masalah pada penderita penyakit kronis.
“Suplemen vitamin D dapat berinteraksi dengan pengikat fosfat yang mengandung aluminium yang sering digunakan pada pasien penyakit ginjal kronis untuk mengurangi kadar fosfat dalam darah,” terang konsultan klinis farmasi, HaVy Ngo-Hamilton, PharmD.

“Oleh karena itu, vitamin D dapat menghasilkan kadar aluminium yang berbahaya pada penderita penyakit ginjal kronis,” sambung dia.

Suplemen herbal yang tanpa disadari mengandung kalium juga sangat berbahaya bagi tubuh. Berbagai teh detoksifikasi menjanjikan pembuangan racun dan penurunan berat badan secara instan meski sangat minim bukti ilmiah.

Produk ini memiliki kandungan diuretik yang meningkatkan produksi urine secara drastis, yang berujung pada dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit penekan kerja organ. Dokter Shusterman mengatakan, teh ini biasanya menggunakan ramuan yang tidak terukur, seperti akar manis, hiperikum, dan daun jati cina.

Baca Juga :  Trik Rahasia Daun Pepaya Tetap Hijau dan Tidak Pahit saat Dimasak

“Detoksifikasi terbaik adalah yang sudah dimiliki tubuh, yaitu ginjal. Dukung organ ini dengan makanan utuh, serat, dan hidrasi. Jangan percaya tren sesaat,” imbau dr. Shusterman.

Terlalu banyak minum air

Kondisi hidrasi berlebih sangat mungkin terjadi saat kamu menenggak air berjumlah banyak dalam waktu singkat. Ternyata, kondisi ini berbahaya untuk kesehatan ginjal.

Ginjal bertanggung jawab untuk menyeimbangkan jumlah air dan elektrolit, seperti natrium, di tubuh. Namun, organ ini hanya dapat memproses sekitar 0,8 hingga 1,0 liter air per jam. Jika kamu minum air lebih cepat daripada ginjal dapat menyaringnya, elektrolit di aliran darah dapat menjadi encer.

Hal tersebut bisa menjadi masalah karena natrium membantu mengatur keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel-sel. Jika terlalu sedikit, itu dapat menyebabkan pembengkakan.

Kondisi ini bisa memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk otak, yang dapat menyebabkan beberapa gejala serius dan, dalam kasus yang sangat jarang terjadi, kondisi yang mengancam jiwa. (*)

Berita Terkait

Resep Sukun Goreng Renyah dan Gurih, Camilan Sederhana untuk Keluarga
9 Manfaat Apel Hijau untuk Kesehatan dan Nutrisinya
Cara Membuat Cireng Tahu Enak dan Renyah, Cocok untuk Camilan di Rumah
Menkes Tegaskan Belum Ada Rencana Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Tahun Ini
Manfaat Buah Strawberry, Kandungan Gizi, dan Efek Sampingnya
6 Alternatif Minuman Pengganti Kopi di Pagi Hari yang Lebih Sehat
Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap
Salah Satu Buah Paling Pahit di Dunia yang Punya Sejarah Panjang sebagai Obat Tradisional
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Resep Sukun Goreng Renyah dan Gurih, Camilan Sederhana untuk Keluarga

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:07 WIB

9 Manfaat Apel Hijau untuk Kesehatan dan Nutrisinya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Cara Membuat Cireng Tahu Enak dan Renyah, Cocok untuk Camilan di Rumah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Menkes Tegaskan Belum Ada Rencana Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Tahun Ini

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Manfaat Buah Strawberry, Kandungan Gizi, dan Efek Sampingnya

Berita Terbaru

INVESTASI

Daftar Harga Emas Pegadaian Galeri 24 di HUT RI ke 81

Senin, 17 Agu 2026 - 12:13 WIB