Rupiah diprediksi menguat seiring potensi gangguan pasokan global reda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen menjadi Rp17.337 dolar AS, sama dari penutupan sebelumnya di level Rp17.337 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi menguat seiring kekhawatiran gangguan pasokan global mereda.

“Rupiah berpotensi menguat merespon pernyataan Trump yang akan ‘membebaskan’ kapal-kapal di Selat Hormuz meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global, sehingga menekan harga minyak,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan mulai mengawal kapal-kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz yang digambarkan sebagai isyarat kemanusiaan terhadap negara-negara yang terjebak dalam konflik yang tak mereka ikuti.

Baca Juga :  Pasangan Sabar/Reza Semakin Memperkuat Peluang Indonesia di Thomas Cup 2026

Trump mengatakan, kapal-kapal dari berbagai negara di dunia telah meminta bantuan AS setelah terjebak di jalur perairan tersebut.

Presiden AS menyatakan telah menginstruksikan perwakilannya untuk memberi tahu negara-negara tersebut bahwa AS akan menggunakan “upaya terbaiknya” untuk memandu kapal dan awak mereka keluar dari jalur terlarang tersebut, menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut tidak akan kembali sampai area tersebut aman untuk navigasi.

Trump menamai inisiatif tersebut “Proyek Kebebasan,” mengatakan, banyak kapal yang terdampar kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya yang diperlukan untuk menjaga kesehatan awak kapal yang besar.

Sentimen lainnya juga dipengaruhi dolar AS yang melemah selama akhir pekan seiring data manufaktur yang di bawah harapan dan intervensi yen terhadap dolar AS.

Baca Juga :  10 Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan Tubuh

“BoJ (Bank of Japan) mengintervensi untuk menguatkan yen pada hari Jumat (1/5), menyebabkan indeks dolar AS melorot,” ungkap dia.

Namun, penguatan rupiah diprediksi terbatas seiring investor menantikan data ekonomi Indonesia yang akan dirilis pada hari ini, antara lain data perdagangan dan inflasi.

“Inflasi YoY (year on year) Indonesia diperkirakan akan turun dari 3,48 persen ke 3,0 persen, serta surplus diperkirakan berada di 4 miliar dolar AS,” kata Lukman. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp17.250-Rp17.400 per dolar AS. (*)

 

 

Berita Terkait

BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu
Presiden Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan
Presiden Prabowo Bakal Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Lokasinya
Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026
BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026
FHNK2I Tendik Pilih Menunggu Kebijakan Pemerintah, Soroti Nasib PPPK Paruh Waktu dan Downgrade
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:49 WIB

BKN Ungkap 1.147 PPPK Paruh Waktu Sudah Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Presiden Prabowo Klaim Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Presiden Prabowo Bakal Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Lokasinya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:42 WIB

BPJS Kesehatan Hapus Kelas 1, 2, dan 3, Ini Aturan Iuran KRIS Mulai Agustus 2026

Berita Terbaru

Artikel

Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:58 WIB