Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat, Analis Prediksi Tetap Uji Level Rp18.000 per Dolar AS

Penguatan mata uang Asia memberi sentimen positif, tetapi tekanan domestik masih membayangi pergerakan rupiah.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Rupiah sempat dibuka melemah 0,03% ke level Rp18.000 per dolar AS.

Tak lama kemudian, mata uang Garuda berbalik menguat ke Rp17.988 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB dan kembali menguat menjadi Rp17.980 per dolar AS sekitar pukul 09.23 WIB.

Pergerakan rupiah masih menunjukkan volatilitas tinggi. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah bahkan sempat menyentuh Rp18.006 per dolar AS dalam perdagangan intraday.

Penguatan rupiah didukung oleh kenaikan mayoritas mata uang Asia. Won Korea Selatan memimpin penguatan sebesar 0,35%, diikuti ringgit Malaysia dan yen Jepang yang sama-sama naik 0,16%.

Sentimen positif berasal dari pernyataan Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller. Ia menegaskan bahwa bank sentral Amerika Serikat tetap menggunakan forward guidance secara fleksibel sebagai bagian dari kebijakan moneter.

Baca Juga :  Klaim Saldo DANA Gratis, Ini 3 Cara Mudahnya

Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed di bawah kepemimpinan baru.

Meski sentimen global membaik, rupiah masih menghadapi tekanan dari dalam negeri. Arus keluar dana asing dari pasar saham, dampak sentimen MSCI, defisit transaksi berjalan, serta defisit fiskal masih membatasi ruang penguatan mata uang Indonesia.

Ekonom Citi, Helmi Arman, memperkirakan defisit transaksi berjalan akan menyempit menjadi sekitar 1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III 2026.

Pada kuartal IV 2026, defisit diproyeksikan turun di bawah 1% berkat penurunan harga minyak, meningkatnya produksi pertambangan, dan melambatnya impor.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Mengklaim DANA Kaget dengan Mudah dan Aman

Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan masih menahan pertumbuhan investasi swasta dan investasi asing langsung (FDI). Kondisi tersebut membuat Indonesia semakin bergantung pada arus investasi portofolio sehingga rupiah lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar global.

Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, memproyeksikan rupiah akan kembali menguji level psikologis Rp18.000 per dolar AS dengan kisaran pergerakan Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Selain itu, pelaku pasar menanti rilis data cadangan devisa Indonesia. Hingga akhir Mei 2026, cadangan devisa tercatat sebesar 144,9 miliar dolar AS setelah mengalami penurunan selama lima bulan berturut-turut. Posisi tersebut masih setara dengan 5,5 bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. (Pro)

Berita Terkait

Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026
Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor yang Menggerakkan Kurs Hari Ini
Rupiah Menguat ke Rp17.935 per Dolar AS Hari Ini, Ditopang Harapan Damai Timur Tengah dan Sinyal BI
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:22 WIB

Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS

Senin, 13 Juli 2026 - 15:34 WIB

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:10 WIB

Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:20 WIB

Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan

Berita Terbaru