IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan

IHSG melemah ke level 5.355 pada sesi I perdagangan 27 Oktober 2026. Investor mencermati laporan keuangan emiten, kebijakan BEI, dan arah suku bunga AS.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Pelemahan rupiah, publikasi kinerja emiten kuartal III/2026, serta keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian investor.

Pada akhir sesi I, IHSG turun 0,32% atau 17,44 poin ke level 5.355,65. Sebanyak 266 saham menguat, 395 saham melemah, dan 302 saham stagnan.

Sebelumnya, IHSG juga melemah 1,22% ke level 5.373,09 pada penutupan perdagangan Senin (26/10/2026).

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Naik

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai tekanan nilai tukar rupiah turut membatasi pergerakan indeks. Rupiah yang bergerak di kisaran Rp18.100 per dolar AS meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

Selain itu, investor mencermati laporan keuangan emiten kuartal III/2026 dan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau *High Shareholding Concentration* (HSC). BEI menjadwalkan pengecualian saham kategori tersebut dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

Dari pasar global, keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober juga menjadi katalis penting. Konsensus memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4,00%.

Baca Juga :  Rupiah Menguat 0,75% Dalam Sepekan, Begini Proyeksinya untuk Pekan Depan

Secara teknikal, IHSG masih dalam tren bearish. Indeks bergerak di bawah MA20 pada level 5.774 dan MA200 di 6.933. Indikator MACD juga menunjukkan sinyal negatif.

Reza memperkirakan IHSG bergerak konsolidatif dengan area support di 5.326–5.246 dan resistansi di 5.455–5.545. Indeks berpeluang mengalami *technical rebound* jika mampu bertahan di area support tersebut. (Pro)

Berita Terkait

BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks
IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas
IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham
BEI Catat 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean Bursa
IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati
BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:08 WIB

BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:12 WIB

IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:27 WIB

IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:33 WIB

IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:53 WIB

BEI Catat 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean Bursa

Berita Terbaru