Okepost.id, Jakarta – Coinbase kembali menegaskan dukungannya terhadap stablecoin pembayaran di tengah perdebatan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Sejumlah petinggi perusahaan kripto tersebut menilai digital dollar yang diterbitkan pihak swasta tidak otomatis menimbulkan ancaman bagi sistem keuangan AS.
Pernyataan itu muncul sebagai respons atas kolom opini The Wall Street Journal yang mempertanyakan risiko sistemik dari stablecoin privat.
Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal, bersama Chief Policy Officer Coinbase, Faryar Shirzad, secara terbuka mendukung Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act yang saat ini sedang diproses di Senat AS.
Coinbase Nilai Pengawasan Lebih Penting dari Status Privat
Paul Grewal menegaskan pembahasan stablecoin seharusnya berfokus pada sistem pengawasan dan pengelolaan risiko, bukan pada siapa penerbit aset digital tersebut.
Ia menilai layanan privat di sektor kesehatan, transportasi, hingga keamanan tetap bisa berjalan aman karena memiliki standar regulasi yang jelas. Menurutnya, pendekatan serupa juga dapat diterapkan pada stablecoin.
“Yang penting bukan apakah uang itu diterbitkan swasta atau pemerintah, tetapi bagaimana risiko diatur dan diawasi,” kata Grewal.
Ia juga menambahkan CLARITY Act dirancang untuk menciptakan kepastian hukum sekaligus memperkuat pengawasan industri aset digital di AS.
Stablecoin Disebut Berbeda dengan Sistem Bank
Dalam tanggapan kebijakan resmi Coinbase, Faryar Shirzad menjelaskan sekitar 90 persen suplai uang M2 di AS sebenarnya berasal dari instrumen privat seperti deposito bank komersial dan reksa dana pasar uang.
Karena itu, ia menilai keberadaan stablecoin privat bukan sesuatu yang baru dalam sistem keuangan modern.
Shirzad juga menyoroti aturan GENIUS yang telah mewajibkan penerbit stablecoin menyimpan cadangan penuh dalam bentuk kas dan surat utang negara AS jangka pendek.
Setiap stablecoin yang beredar wajib memiliki dukungan aset satu banding satu. Regulasi tersebut bahkan melarang aktivitas pinjaman, leverage, maupun praktik cadangan parsial.
Menurutnya, model bisnis stablecoin jauh lebih konservatif dibanding bank komersial yang menjalankan aktivitas kredit dan leverage tinggi.
Transparansi Stablecoin Dinilai Lebih Tinggi
Coinbase menyebut penerbit stablecoin saat ini diwajibkan memberikan laporan cadangan secara rutin dan transparansi data transaksi secara real time melalui teknologi blockchain.
Sistem itu dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik karena pengguna dapat memantau cadangan aset secara langsung.
Shirzad menilai mekanisme tersebut justru menghadirkan tingkat transparansi yang lebih tinggi dibanding sistem perbankan tradisional.
CLARITY Act Masuki Tahap Krusial
Dukungan Coinbase muncul saat pembahasan CLARITY Act memasuki tahap penting di Komite Perbankan Senat AS.
Pelaku industri menilai dukungan dari perusahaan kripto besar dapat memengaruhi arah akhir regulasi stablecoin dan struktur pasar aset digital di Amerika Serikat.
Saat ini, Senat AS masih harus menyelaraskan rancangan aturan tersebut dengan versi RUU yang lebih dulu lolos di DPR AS sebelum memasuki tahap pengesahan akhir.
Jika tidak segera disahkan sebelum pemilu sela November mendatang, peluang CLARITY Act untuk lolos diperkirakan akan semakin berat. (Pro)









