Rusia Lepas Cadangan Emas Terbesar Sejak 2002, Tekanan Perang dan Defisit Anggaran Makin Berat

Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Rusia mulai melakukan aksi jual cadangan emas dalam jumlah besar di tengah tekanan ekonomi akibat perang Ukraina, sanksi internasional, dan melemahnya pendapatan energi. Langkah tersebut menjadi perhatian pasar global karena selama bertahun-tahun Rusia dikenal agresif menambah cadangan emas untuk memperkuat devisa negara.

Data terbaru Bank Sentral Rusia menunjukkan cadangan emas negara itu turun menjadi 73,9 juta ons troi per 1 Mei 2026. Dalam satu bulan terakhir, Rusia tercatat melepas sekitar 200 ribu ons emas ke pasar.

Jika dihitung sejak awal tahun, total cadangan emas Rusia menyusut sekitar 900 ribu ons atau setara 27,9 ton. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak 2002 sekaligus membawa posisi cadangan emas Rusia ke level terendah sejak Maret 2022.

Langkah Rusia menjual emas dinilai berkaitan erat dengan meningkatnya tekanan fiskal akibat perang Ukraina yang belum mereda. Pendapatan negara dari sektor minyak dan gas juga terus melemah akibat sanksi ekonomi Barat dan penurunan permintaan global.

Analis Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, menyebut penjualan emas dilakukan untuk membantu menutup defisit anggaran pemerintah Rusia yang mencapai 4,6 triliun rubel hingga akhir Maret 2026.

Baca Juga :  Pajak Fintech dan Kripto Melesat, Negara Raup Rp 6,91 Triliun

Menurutnya, tanpa dukungan tambahan dari bank sentral, defisit anggaran Rusia berpotensi menembus lebih dari 5 triliun rubel tahun ini.

Selain untuk menopang fiskal negara, Rusia juga disebut mulai meningkatkan cadangan devisa dalam mata uang asing, terutama yuan China, seiring melemahnya pemasukan ekspor energi pada awal tahun.

Permintaan Emas di Rusia Melonjak Tajam

Di tengah penjualan cadangan emas oleh pemerintah, permintaan emas domestik di Rusia justru meningkat signifikan. Data Moscow Exchange menunjukkan volume transaksi emas pada April 2026 melonjak lebih dari 350 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 42,6 ton.

Nilai transaksi emas dalam mata uang rubel bahkan melesat hampir 500 persen menjadi 534,4 miliar rubel atau setara sekitar US$7,1 miliar.

Analis Finam, Nikolai Dudchenko, menilai tren penjualan emas kini mulai dilakukan banyak negara berkembang untuk membiayai kebutuhan fiskal, pengeluaran pertahanan, hingga menjaga stabilitas mata uang domestik.

Harga Emas Dunia Masih Bertahan Tinggi

Meski cadangan emas Rusia menyusut, nilai total kepemilikan emas negara tersebut justru meningkat berkat reli harga emas global sepanjang tahun ini.

Pada Januari 2026, nilai cadangan emas Rusia tercatat naik 23 persen menjadi US$402,7 miliar setelah harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 9 Mei 2026 Stabil, Cek Rincian Lengkap Semua Kadar

Saat ini, harga emas global masih bergerak di level tinggi. Harga emas tercatat menguat tipis 0,09 persen ke posisi US$4.573,95 per ons troi.

Dalam sebulan terakhir, harga emas memang terkoreksi sekitar 2,26 persen. Namun, secara tahunan harga logam mulia tersebut masih melonjak 36,78 persen.

Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi atau all time high (ATH) di level US$5.608,35 per ons troi pada Januari 2026.

Ekspor Emas Rusia ke China Meningkat

Di sisi lain, ekspor emas Rusia ke China juga terus meningkat. Laporan Bloomberg sebelumnya menyebut pengiriman logam mulia Rusia ke China hampir melonjak dua kali lipat sepanjang semester I-2025.

Rusia saat ini masih menjadi produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China dengan kapasitas produksi tahunan di atas 300 ton.

Sementara itu, permintaan emas ritel di Rusia juga mencetak rekor tertinggi sepanjang 2024. Konsumen domestik membeli sekitar 75,6 ton emas atau setara seperempat dari total produksi emas nasional Rusia. (Pro)

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24
Rupiah Diprediksi Sentuh 18.000 terhadap Dolar AS Hari Ini 29 Mei 2026
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Kamis 28 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Mei 2026, Simak Daftar Lengkapnya
Pajak Fintech dan Kripto Melesat, Negara Raup Rp 6,91 Triliun
Pertamina NRE Kenalkan Carbon Trading dan Green Jobs kepada Mahasiswa ITB
Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768
Harga Emas Hari Ini Selasa: UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Naik di Pegadaian
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:31 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Mei 2026: UBS Alami Penurunan Terbesar, Antam dan Galeri24

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:08 WIB

Rupiah Diprediksi Sentuh 18.000 terhadap Dolar AS Hari Ini 29 Mei 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:32 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Kamis 28 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:23 WIB

Rusia Lepas Cadangan Emas Terbesar Sejak 2002, Tekanan Perang dan Defisit Anggaran Makin Berat

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:50 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Mei 2026, Simak Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru