Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Dua Bulan, Strategy Jual BTC Pertama Kalinya Sejak 2022

Pasar Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi cryptocurrency

ilustrasi cryptocurrency

Okepost.id, Jakarta – Bitcoin kembali mengalami tekanan besar pada perdagangan Selasa (3/6/2026). Aset kripto terbesar di dunia itu jatuh ke level terendah dalam dua bulan setelah perusahaan pemegang Bitcoin korporasi terbesar, Strategy, mengumumkan penjualan sebagian kepemilikannya.

Tekanan terhadap pasar kripto semakin besar karena investor juga mencermati perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, terutama ketidakpastian terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, Bitcoin turun sekitar 3,9 persen ke level US$70.287. Angka tersebut menjadi posisi terendah sejak awal April 2026 dan memperpanjang tren koreksi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Strategy Jual Bitcoin untuk Pertama Kalinya dalam Hampir Empat Tahun

Perusahaan Strategy yang dipimpin Michael Saylor mengungkapkan telah menjual 32 Bitcoin selama periode 26 Mei hingga 31 Mei 2026. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga rata-rata bersih US$77.135 per BTC dan menghasilkan dana sekitar US$2,5 juta.

Penjualan ini menjadi sorotan pasar karena merupakan aksi jual Bitcoin pertama yang dilakukan Strategy sejak akhir 2022. Meski jumlah yang dilepas relatif kecil dibanding total kepemilikan perusahaan, langkah tersebut memicu kekhawatiran investor.

Saat ini, Strategy masih tercatat memiliki sekitar 843.706 Bitcoin yang menjadikannya pemegang BTC korporasi terbesar di dunia.

Baca Juga :  Rekomendasi Kripto Hari Ini: VIRTUAL dan ROBO Berpeluang Melonjak, Simak Target Harganya

Sebelumnya, Michael Saylor telah memberi sinyal bahwa perusahaan berpotensi melepas sebagian aset kriptonya untuk memenuhi berbagai kewajiban finansial, termasuk pembayaran bunga utang dan dividen saham preferen.

Selama beberapa tahun terakhir, Strategy aktif membeli Bitcoin menggunakan kombinasi pendanaan dari penerbitan saham dan utang. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus mengelola beban kewajiban yang terus meningkat.

Meski demikian, Saylor tetap menegaskan bahwa Strategy berencana melakukan pembelian Bitcoin kembali dalam jumlah yang lebih besar di masa mendatang.

Investor Institusi Terus Keluar dari Pasar

Sentimen negatif terhadap Bitcoin semakin kuat karena arus dana institusional juga menunjukkan pelemahan.

Data terbaru menunjukkan investor telah menarik lebih dari US$3 miliar dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin selama tiga minggu terakhir. Arus keluar dana tersebut memperlihatkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset berisiko.

Kombinasi aksi jual institusi dan langkah Strategy menjual sebagian kepemilikannya memperbesar tekanan terhadap harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Ketidakpastian Iran Picu Tekanan di Pasar Kripto

Tidak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga bergerak di zona merah. Investor global masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan kepastian.

Baca Juga :  Rekomendasi Kripto Hari Ini: CRCLX, PENDLE, dan BIO Dinilai Berpeluang Menguat Saat Pasar Koreksi

Laporan terbaru menyebut Iran menarik diri dari pembicaraan tidak langsung dengan Washington. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negosiasi masih berlangsung dan optimistis kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.

Namun hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kelanjutan pembicaraan tersebut.

Situasi geopolitik yang tidak menentu membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Harga Altcoin Ikut Tertekan

Koreksi juga terjadi pada sejumlah altcoin utama.

Ethereum (ETH) turun tipis 0,1 persen ke level US$1.985. Sementara XRP terkoreksi 3,3 persen menjadi US$1,27.

Cardano (ADA) mencatat penurunan sekitar 3,6 persen dan Solana (SOL) melemah 2,2 persen. BNB juga turun 1,3 persen mengikuti pelemahan pasar secara keseluruhan.

Di segmen memecoin, Dogecoin (DOGE) terkoreksi 0,6 persen. Berbeda dengan mayoritas aset digital lainnya, token TRUMP justru menguat 3,1 persen di tengah tekanan pasar.

Pelaku pasar kini menantikan perkembangan geopolitik global serta pergerakan dana institusional yang diperkirakan akan menjadi faktor utama penentu arah harga Bitcoin dan pasar kripto dalam beberapa pekan ke depan.(Pro)

Berita Terkait

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun
Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas
Rekomendasi Kripto Hari Ini: VIRTUAL dan ROBO Berpeluang Melonjak, Simak Target Harganya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:13 WIB

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:45 WIB

Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:58 WIB

IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS

Berita Terbaru