Harga Emas Antam Diproyeksi Masih Fluktuatif Pekan Depan, Koreksi Dinilai Jadi Peluang Beli

Analis menilai pembelian emas oleh bank sentral dunia dan potensi penurunan suku bunga AS masih menopang prospek harga logam mulia.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Harga emas logam mulia diperkirakan masih bergerak naik turun pada pekan depan. Meski demikian, analis menilai setiap penurunan harga justru dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor.

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan harga emas masih memiliki peluang menguat meskipun tetap dibayangi fluktuasi pasar.

Secara teknikal, harga logam mulia diperkirakan memiliki area penopang atau support pertama di level Rp2.650.000 per gram. Jika tekanan jual meningkat, harga berpotensi turun menuju support berikutnya di Rp2.550.000 per gram.

Di sisi lain, apabila tren penguatan berlanjut, harga emas berpeluang menguji resistance di level Rp2.690.000 per gram. Setelah menembus level tersebut, harga diperkirakan berpotensi bergerak menuju Rp2.780.000 per gram.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp 17.710 Per Dollar AS, IHSG Naik 0,40 Persen

Ibrahim menjelaskan faktor utama yang menopang harga emas saat ini berasal dari tingginya permintaan fisik dari bank-bank sentral dunia.

Hingga Mei 2026, bank sentral global dilaporkan menambah cadangan emas sekitar 41 ton. China tercatat menjadi salah satu negara dengan pembelian terbesar setelah menambah sekitar 10 ton emas sehingga total cadangannya mencapai sekitar 2.331 ton.

Selain China, sejumlah negara lain juga tercatat melakukan pembelian emas, seperti Uzbekistan, Kazakhstan, Singapura, Republik Ceko, dan Yordania.

Baca Juga :  Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, Ini Rinciannya

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan banyak bank sentral memanfaatkan pelemahan harga emas sebagai momentum menambah cadangan devisa berbasis logam mulia.

Prospek emas juga mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Berdasarkan data harga logam mulia per 5 Juli 2026, harga emas Antam mencapai Rp2.650.000 per gram. Untuk ukuran 0,5 gram, harga tercatat Rp1.385.000, sedangkan ukuran 1.000 gram mencapai Rp2,610 miliar.(Pro)

Berita Terkait

BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks
IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan
IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas
IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham
IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati
BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:08 WIB

BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:12 WIB

IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:27 WIB

IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:33 WIB

IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:45 WIB

IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati

Berita Terbaru