Rupiah Menguat ke Rp 17.710 Per Dollar AS, IHSG Naik 0,40 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat saat pembukaan perdagangan Jumat (21/8/2026). Mata uang garuda berada pada level Rp 17.710 per dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.20 WIB, kurs rupiah di spot menguat 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada pada area Rp 17.748 per dollar AS.

Apresiasi nilai tukar rupiah sejalan dengan kenaikan beberapa mata uang di kawasan Asia, di mana won Korea Selatan mencatat penguatan paling tinggi terhadap dollar AS, yakni 0,96 persen. Baca juga: Rencana Kurangi Kuota BBM Subsidi, Rupiah Ditutup Dongak ke Rp 17.748 per Dollar AS

Baca Juga :  Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana

Lalu, dollar Taiwan naik 0,23 persen, baht Thailand menguat 0,15 persen, dan dollar Singapura menguat 0,12 persen. Selanjutnya, yen Jepang dan yuan China masing-masing terapresiasi 0,02 persen. Dollar Hong Kong menguat tipis 0,001 persen terhadap dollar AS.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih melemah terhadap dollar AS. Ringgit Malaysia turun 0,02 persen, sedangkan peso Filipina melemah 0,08 persen. Sementara itu, indeks dollar AS (DXY) yang mencerminkan pergerakan dollar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia berada pada posisi 98,76. Angka ini turun dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada pada level 98,89. Di lain sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat pada perdagangan Jumat pagi.

Baca Juga :  IAIN Kerinci Gelar FGD Implementasi PP Nomor 55 Tahun 2025 tentang Hukum yang Hidup dalam Masyarakat

Per pukul 09.46 indeks berada pada area 6.527,767 atau naik 26,182 poin setara 0,40 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka pada angka 6.524,075. Indeks kemudian bergerak di rentang 6.507,434 hingga 6.543,998. Volume transaksi mencapai 11,132 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,289 triliun.

Frekuensi transaksi sebesar 654.475 kali. Sebanyak 299 saham menguat, 234 saham melemah dan 199 saham lainnya tidak mengalami perubahan alias stagnan. (*)

Berita Terkait

IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati
BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
Cara Menjadi Trader Pemula: Jangan Cuma Siapkan Modal, Ini yang Wajib Dikuasai
Trading atau Investasi? Kenali Perbedaannya Sebelum Memulai
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:45 WIB

IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:19 WIB

MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap

Berita Terbaru