IHSG Diproyeksi Uji Level 6.484, PTBA dan BBRI Menguat Saat Indeks Bisnis-27 Melemah

IHSG Hari Ini Diproyeksi Uji 6.484, PTBA dan BBRI Masih Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian investor pada perdagangan Rabu (3/6/2026).

Di tengah tekanan yang terjadi pada mayoritas saham unggulan, sejumlah emiten besar seperti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) masih mampu mencatatkan kenaikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan di level 425,48 atau turun 0,50 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan tersebut menunjukkan masih adanya tekanan jual yang membayangi pasar saham domestik.

Dari 27 saham yang menjadi anggota Indeks Bisnis-27, sebanyak 19 saham bergerak melemah, empat saham menguat, dan empat saham lainnya stagnan.

PTBA menjadi saham dengan kinerja terbaik pada awal perdagangan setelah naik 1,09 persen ke level Rp2.790 per saham. Kenaikan juga terjadi pada MAPI yang menguat 0,67 persen menjadi Rp1.495 per saham.

Sementara itu, sektor perbankan masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik. Saham BBRI naik 0,33 persen ke posisi Rp3.050, sedangkan BMRI menguat 0,24 persen menjadi Rp4.180 per saham.

Baca Juga :  MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar

Di sisi lain, tekanan jual paling besar terjadi pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang terkoreksi 4,43 persen ke level Rp3.880. Pelemahan juga dialami PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang turun 2,90 persen menjadi Rp1.340.

Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melemah 1,67 persen ke level Rp2.350. Adapun PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) turun 1,62 persen menjadi Rp1.515 per saham.

Beberapa saham lain yang ikut terkoreksi antara lain PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF).

Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) bergerak stagnan pada sesi pembukaan perdagangan.

MNC Sekuritas Prediksi IHSG Berpeluang Menguat

Tim Riset MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi meski sebelumnya sempat mencatatkan penguatan. Menurut analis, penguatan yang terjadi pada perdagangan Selasa disertai munculnya volume tekanan jual meskipun belum terlalu besar.

Baca Juga :  IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Kondisi tersebut membuat arah pergerakan indeks masih cenderung bergerak sideways dalam jangka pendek.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian wave [v] dari wave A dalam struktur wave (2). Berdasarkan analisis teknikal tersebut, IHSG berpotensi menguji area penguatan yang lebih tinggi.

Analis memperkirakan target penguatan berada pada rentang 6.362 hingga 6.484. Sementara itu, area koreksi terdekat diperkirakan berada pada kisaran 5.899 hingga 6.080.

Untuk level teknikal, support IHSG berada di area 5.996 dan 5.899. Adapun level resistance berada pada posisi 6.318 dan 6.459.

Investor kini menantikan berbagai sentimen domestik maupun global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar.

Arus dana asing, kondisi ekonomi global, serta perkembangan suku bunga masih menjadi faktor utama yang akan menentukan pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.(Pro)

Berita Terkait

Demutualisasi BEI, Suahasil Tegaskan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemegang Saham
IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa
Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat
BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks
IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan
IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas
IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham
BEI Catat 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean Bursa
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:45 WIB

Demutualisasi BEI, Suahasil Tegaskan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemegang Saham

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:08 WIB

BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:12 WIB

IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan

Berita Terbaru

INVESTASI

IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:35 WIB