Manchester City Terancam Gugatan Miliaran Rupiah, Efek Kasus 115 Dakwaan Makin Meluas

Putusan Everton vs Burnley Bisa Jadi Preseden Hukum Baru bagi Klub-Klub Liga Inggris untuk Menuntut Manchester City

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Kasus 115 dakwaan yang membelit Manchester City kembali menjadi perhatian publik sepak bola Inggris.

Perkembangan terbaru dalam sengketa hukum antara Everton dan Burnley disebut dapat membuka jalan bagi klub-klub Liga Inggris untuk mengajukan tuntutan kompensasi terhadap The Citizens apabila terbukti bersalah.

Pekan ini, Everton diperintahkan membayar kompensasi sebesar 40 juta poundsterling kepada Burnley setelah kalah dalam sengketa terkait pelanggaran Aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).

Putusan tersebut dinilai memiliki dampak besar karena berpotensi menjadi preseden hukum bagi klub-klub yang merasa dirugikan akibat pelanggaran aturan kompetisi.

Menurut laporan media hukum The Lawyer, Burnley berhasil meyakinkan pengadilan bahwa mereka mengalami kerugian finansial akibat pelanggaran yang dilakukan Everton.

Burnley berargumen bahwa jika pengurangan poin terhadap Everton dijatuhkan lebih awal pada musim 2021/2022, posisi kedua klub di klasemen akan berubah.

Dalam skenario tersebut, Everton seharusnya terdegradasi dari Liga Inggris, sedangkan Burnley tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Perubahan nasib itu berdampak langsung terhadap pendapatan klub, termasuk hak siar dan pemasukan komersial lainnya.

Baca Juga :  Jadwal Siaran Liverpool vs Man City: Arsenal Berharap The Reds Menang

Atas dasar itulah Burnley mengajukan gugatan dan akhirnya memenangkan perkara dengan nilai kompensasi mencapai 40 juta poundsterling.

Aturan Liga Inggris sendiri memungkinkan klub untuk menuntut kompensasi dari klub lain jika terbukti mengalami kerugian akibat pelanggaran regulasi kompetisi. Nilai kerugian biasanya dihitung berdasarkan peluang yang hilang dan potensi keuntungan yang seharusnya diperoleh.

Situasi tersebut membuat sejumlah klub mulai mengamati dengan serius kasus 115 dakwaan yang sedang dihadapi Manchester City. Beberapa klub bahkan dilaporkan telah menunjuk penasihat hukum untuk menyiapkan langkah hukum apabila City nantinya dinyatakan bersalah.

Laporan The Lawyer menyebut proses banding dalam kasus Everton dan Burnley akan dipantau secara ketat karena dapat menjadi acuan penting dalam menentukan peluang gugatan terhadap Manchester City.

Sementara itu, media SheWore menyoroti kemungkinan bentuk kerugian yang dapat dijadikan dasar tuntutan. Salah satu contohnya terjadi pada musim 2015/2016 ketika Manchester City finis di posisi keempat klasemen Liga Inggris dengan jumlah poin yang sama seperti Manchester United, tetapi unggul selisih gol.

Baca Juga :  Tiga Olahraga yang Bikin Awet Muda di Usia 40-an

Hasil tersebut membuat Manchester City lolos ke Liga Champions, sementara Manchester United gagal mendapatkan tiket ke kompetisi elite Eropa tersebut. Padahal, partisipasi di Liga Champions musim berikutnya diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar 50 juta poundsterling.

Jika nantinya terbukti ada pelanggaran yang memengaruhi hasil kompetisi, klub-klub yang merasa dirugikan berpotensi menggunakan selisih pendapatan tersebut sebagai dasar tuntutan kompensasi.

Sebagian besar dari 115 dakwaan yang dihadapi Manchester City berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan keuangan dalam periode 2009 hingga 2018. Hingga kini, Liga Inggris masih menunggu keputusan akhir dari proses hukum yang berlangsung.

Meski belum ada kepastian mengenai jadwal pengumuman putusan, sejumlah sumber internal meyakini vonis kasus tersebut dapat keluar dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Apabila Manchester City dinyatakan bersalah, klub juara Liga Inggris itu bukan hanya menghadapi sanksi olahraga, tetapi juga berpotensi menghadapi gelombang gugatan kompensasi bernilai ratusan juta poundsterling dari klub-klub rival yang merasa dirugikan selama periode pelanggaran tersebut.(Pro)

Berita Terkait

Jadi Lawan Baru Timnas Indonesia, Bangladesh Terima Tawaran Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026
AHY Luncurkan Garuda Finisher, Wadah Komunitas Lari Gen Z Dan Milenial
Harga Tiket Final Piala Dunia FIFA Tembus Rp595 Juta, Sistem Dynamic Pricing Jadi Sorotan
Piala Dunia 2026: Inggris dan Norwegia Lolos ke 8 Besar, Ini Jadwal Laga Berikutnya
Manchester United Incar Andrey Santos, Chelsea Pasang Harga Rp1,1 Triliun
Cucurella Bantah Rumor Tinggalkan Chelsea, Tegaskan Bahagia di London
Amerika Serikat Hancurkan Paraguay 4-1 di Piala Dunia 2026, Balogun Borong Dua Gol
Timnas Inggris Kehilangan Logistik Penting Jelang Piala Dunia 2026, Peralatan Taktik Thomas Tuchel Ikut Dicuri
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Jadi Lawan Baru Timnas Indonesia, Bangladesh Terima Tawaran Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:58 WIB

AHY Luncurkan Garuda Finisher, Wadah Komunitas Lari Gen Z Dan Milenial

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:49 WIB

Harga Tiket Final Piala Dunia FIFA Tembus Rp595 Juta, Sistem Dynamic Pricing Jadi Sorotan

Senin, 6 Juli 2026 - 10:52 WIB

Piala Dunia 2026: Inggris dan Norwegia Lolos ke 8 Besar, Ini Jadwal Laga Berikutnya

Senin, 6 Juli 2026 - 10:34 WIB

Manchester United Incar Andrey Santos, Chelsea Pasang Harga Rp1,1 Triliun

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

Nasional

PPPK Guru Hampir 1 Juta, Apakah Bisa Jadi PNS pada 2027?

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:14 WIB

Gambar ilustrasi

Nasional

Guru PPPK Minta Alih Status Jadi PNS Tanpa Tes, Ini Alasannya

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:50 WIB