MSCI Coret ANTM dari Indeks Global, Tata Kelola BUMN Jadi Sorotan

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Saham ilustrasi

Bursa Saham ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Perubahan konstituen atau rebalancing indeks MSCI kembali menjadi sorotan bagi emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah tersebut dinilai sebagai peringatan penting agar perusahaan pelat merah memperkuat tata kelola dan transparansi di tengah transisi pengelolaan aset negara ke Danantara Indonesia.

Dalam peninjauan indeks terbaru, MSCI menghapus saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dari indeks MSCI Global Small Cap. Berdasarkan laporan BUMN Research Group (BRG) dari Lembaga Management FEB UI yang dirilis pekan ini, ANTM tercatat sebagai salah satu dari 13 emiten Indonesia yang dikeluarkan dari indeks tersebut.

Associate Director BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, mengatakan keluarnya ANTM dari indeks MSCI berpotensi mengurangi visibilitas saham BUMN di mata investor institusional global. Padahal selama ini ANTM dianggap sebagai salah satu proxy investasi asing, terutama di sektor mineral.

Menurut Toto, kondisi tersebut dapat mempersempit basis permintaan saham dan menekan valuasi perseroan dalam jangka panjang.

Baca Juga :  IHSG Berisiko Lanjut Koreksi ke Level 6.644, Saham BBCA hingga ISAT Masuk Radar Analis

“Perombakan ini memperkuat urgensi reformasi tata kelola dan transparansi di lingkungan BUMN,” ujar Toto dalam laporan BRG LM FEB UI yang dikutip Sabtu (16/5/2026).

Penghapusan saham ANTM terjadi di tengah meningkatnya perhatian MSCI terhadap transparansi dan struktur kepemilikan saham di pasar modal Indonesia. Sejak Januari 2026, MSCI menyoroti tiga isu utama, yakni struktur kepemilikan yang dinilai belum transparan, tingginya konsentrasi kepemilikan saham (High Shareholding Concentration/HSC), serta risiko perdagangan terkoordinasi.

Regulator pasar modal sebenarnya telah merespons dengan menyusun peta jalan peningkatan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Namun, MSCI disebut masih bersikap konservatif dalam menilai pasar Indonesia.

Toto menilai emiten BUMN yang masih bertahan di indeks MSCI, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), harus menjaga standar transparansi secara konsisten agar tetap dipercaya investor global.

Ia mengingatkan, jika representasi Indonesia dalam indeks global terus menurun, maka biaya modal (cost of capital) perusahaan-perusahaan negara berpotensi meningkat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengurangi daya tarik investasi portofolio asing di Indonesia.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Lanjut Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan 4 Saham Potensial Hari Ini

“Setiap penurunan lebih lanjut dalam representasi Indonesia di indeks global akan memperbesar cost of capital agregat,” kata Toto.

Selain perubahan konstituen indeks, pasar kini juga menanti evaluasi status Indonesia dalam Market Accessibility Review MSCI pada Juni 2026. MSCI saat ini tengah mempertimbangkan apakah Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market atau justru diturunkan menjadi Frontier Market.

Toto menegaskan, apabila penurunan status itu benar-benar terjadi, maka dana investasi global yang mengacu pada indeks Emerging Markets secara otomatis harus melepas kepemilikan saham Indonesia. Situasi tersebut dinilai menjadi tantangan besar bagi Danantara dalam menjaga stabilitas sekaligus daya saing aset strategis negara.

“Reformasi yang diinisiasi OJK, BEI, dan KSEI merupakan langkah yang tepat. Namun keberhasilannya akan ditentukan oleh implementasi yang konsisten dan dapat diverifikasi oleh komunitas investor internasional,” tutup Toto. (Pro)

Berita Terkait

IHSG Dibuka Menguat ke 5.731, Saham BBCA dan BBRI Topang Kenaikan di Tengah Tekanan Data Ekonomi
IHSG Anjlok 3,05 Persen ke 5.643, Saham BBCA hingga ASII Tekan Pergerakan Indeks
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.782, Saham BBCA hingga TLKM Tekan Pergerakan Indeks
Top Broker BEI Pekan Ini Dipimpin UBS Sekuritas, Transaksi Saham Capai Puluhan Triliun Rupiah
IHSG Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, BBCA hingga BREN Tercatat Jadi Penopang Utama Penguatan Indeks
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
IHSG Melonjak 1,25 Persen di Awal Perdagangan 12 Juni 2026, BBCA hingga DSSA Pimpin Penguatan
IHSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi Usai Melonjak 7,57 Persen, Ini 4 Saham Pilihan Analis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:19 WIB

IHSG Anjlok 3,05 Persen ke 5.643, Saham BBCA hingga ASII Tekan Pergerakan Indeks

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:39 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.782, Saham BBCA hingga TLKM Tekan Pergerakan Indeks

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:38 WIB

Top Broker BEI Pekan Ini Dipimpin UBS Sekuritas, Transaksi Saham Capai Puluhan Triliun Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:37 WIB

IHSG Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, BBCA hingga BREN Tercatat Jadi Penopang Utama Penguatan Indeks

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:58 WIB

IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS

Berita Terbaru

Artikel

Manfaat Susu Kedelai, Kandungan Gizi, dan Kalorinya

Kamis, 2 Jul 2026 - 14:30 WIB