IHSG Jadi Bursa Terburuk di Asia Tenggara, Tapi Ada Sinyal Bangkit

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat performa terburuk di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik sepanjang perdagangan 11—13 Mei 2026. Meski demikian, tekanan akibat rebalancing indeks MSCI dinilai mulai mereda dan membuka peluang terjadinya rebound dalam waktu dekat.

Berdasarkan data Global Index Comparison, IHSG ditutup melemah 3,53 persen ke level 6.723,32. Koreksi tajam ini berbanding terbalik dengan pergerakan bursa negara ASEAN lainnya yang justru menguat pada periode yang sama.

Singapore Straits Times Index (STI) tercatat naik 1,67 persen, sedangkan Thailand SET Index menguat 1,13 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan di pasar domestik lebih dipengaruhi sentimen lokal, terutama hasil evaluasi indeks MSCI Mei 2026 yang menyebabkan 18 saham Indonesia keluar dari indeks global secara neto.

Pelemahan IHSG juga terlihat paling mencolok dibandingkan bursa utama Asia Pasifik lainnya. Bursa Korea Selatan melalui indeks KOSPI melonjak 4,61 persen, sementara indeks China SSE Composite dan Jepang Nikkei 225 masing-masing naik 1,50 persen dan 0,89 persen.

Baca Juga :  Rupiah Masih Tertekan, Kurs Dolar AS Diprediksi Tetap Tinggi hingga Akhir 2026

Meski tekanan jual masih membayangi, sejumlah analis menilai dampak rebalancing MSCI mulai mendekati titik jenuh. Keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks global justru dinilai dapat memicu rotasi modal asing ke saham-saham dengan fundamental dan tata kelola yang lebih kuat.

Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebut kekhawatiran pasar terhadap potensi eksodus modal asing kini mulai mereda. Pasalnya, estimasi arus keluar (outflow) dana asing diperkirakan jauh lebih rendah dibanding proyeksi awal.

Sebelumnya, pasar sempat dihantui potensi outflow di atas Rp50 triliun. Namun, proyeksi terbaru menunjukkan arus keluar berada di kisaran Rp27,8 triliun hingga Rp34,7 triliun.

“Tekanan MSCI kelihatannya menyeramkan di permukaan, namun dampak riilnya kemungkinan tidak seburuk headline yang beredar,” tulis riset Kiwoom Sekuritas Indonesia yang dikutip Sabtu (16/5/2026).

Di sisi lain, keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI diperkirakan akan meningkatkan bobot relatif saham-saham blue chip dan perbankan jumbo di pasar domestik. Kondisi ini membuka peluang masuknya kembali likuiditas asing ke emiten dengan profil fundamental dan likuiditas yang lebih sehat.

Baca Juga :  Daftar 26 Emiten Cum Dividen Pekan Depan, SMGR hingga CDIA Siap Tebar Dividen

Beberapa saham yang dinilai berpotensi menjadi tujuan rotasi dana asing antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

“Secara global, banyak saham yang keluar dari indeks MSCI kali ini. Namun bagi pasar domestik, hal ini justru berpotensi mengarahkan kembali minat asing ke saham-saham perbankan raksasa kita,” tulis riset tersebut.

Secara teknikal, IHSG sempat menyentuh level terendah tahun ini di posisi 6.762. Namun pelaku pasar mulai melihat peluang stabilisasi tekanan jual. Jika IHSG mampu menembus area resistance di kisaran 6.980 hingga 7.015, maka peluang rebound menuju zona hijau diperkirakan semakin terbuka.(Pro)

Berita Terkait

MSCI Coret ANTM dari Indeks Global, Tata Kelola BUMN Jadi Sorotan
Bursa Saham Korsel Ambrol, Indeks Kospi Anjlok 6,12 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing
Top Gainers Sepekan: Saham ELPI, DPUM hingga KONI Melonjak di Tengah Tekanan IHSG
Daftar 26 Emiten Cum Dividen Pekan Depan, SMGR hingga CDIA Siap Tebar Dividen
IHSG Melemah Jelang Bursa Libur Panjang Mei 2026
Penghapusan Saham dari MSCI Buka Peluang Dana Asing Masuk ke Blue Chip Perbankan
IHSG Berisiko Lanjut Koreksi ke Level 6.644, Saham BBCA hingga ISAT Masuk Radar Analis
Saham FORE Masuk Radar UMA, BEI Minta Investor Lebih Waspada
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:25 WIB

IHSG Jadi Bursa Terburuk di Asia Tenggara, Tapi Ada Sinyal Bangkit

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:09 WIB

MSCI Coret ANTM dari Indeks Global, Tata Kelola BUMN Jadi Sorotan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:51 WIB

Bursa Saham Korsel Ambrol, Indeks Kospi Anjlok 6,12 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:33 WIB

Top Gainers Sepekan: Saham ELPI, DPUM hingga KONI Melonjak di Tengah Tekanan IHSG

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:30 WIB

Daftar 26 Emiten Cum Dividen Pekan Depan, SMGR hingga CDIA Siap Tebar Dividen

Berita Terbaru