Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor yang Menggerakkan Kurs Hari Ini

Pasar menantikan data cadangan devisa Indonesia dan ISM Services PMI Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi penentu arah rupiah.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo ilustrasi

Photo ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Analis memproyeksikan rupiah berada di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar.

Data Doo Financial Futures menunjukkan rupiah ditutup melemah 0,18 persen ke posisi Rp17.995 per dolar AS pada Senin (6/7/2026). Pelemahan tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Yen Jepang mencatat pelemahan terbesar sebesar 0,56 persen, disusul baht Thailand 0,39 persen, dolar Taiwan 0,29 persen, rupee India 0,23 persen, ringgit Malaysia 0,17 persen, yuan China 0,16 persen, won Korea Selatan 0,13 persen, serta dolar Singapura dan peso Filipina yang masing-masing turun 0,11 persen. Di sisi lain, dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen.

Baca Juga :  Harga Beras Naik Rekor Meski Stok Melimpah, Ini Penyebabnya

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Selain menguatnya dolar AS, pasar juga masih mencermati peringatan Fitch Ratings terkait potensi penurunan peringkat kredit Indonesia yang memengaruhi kepercayaan investor.

Sepanjang pekan ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data cadangan devisa, penjualan ritel, dan indeks kepercayaan konsumen. Data tersebut dinilai penting untuk mengukur ketahanan ekonomi nasional sekaligus menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Ada 16 Cagar Budaya Baru di Jakarta, Bisa Jadi Tujuan Wisata Libur Lebaran

Dari pasar global, investor juga menunggu hasil ISM Services PMI Amerika Serikat. Jika data tersebut lebih kuat dari ekspektasi, dolar AS berpotensi melanjutkan penguatan sehingga tekanan terhadap rupiah dapat meningkat.

Meski demikian, pada pembukaan perdagangan Selasa pukul 09.05 WIB, rupiah sempat menguat tipis 0,03 persen ke level Rp17.990 per dolar AS. Penguatan juga terjadi pada beberapa mata uang Asia, dipimpin yen Jepang yang naik 0,16 persen, ringgit Malaysia 0,15 persen, dan won Korea Selatan 0,14 persen.

Pelaku pasar kini menunggu rilis cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan menjadi sentimen utama bagi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.(Pro)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Ini Penjelasan BKN
PPPK Paruh Waktu Deg-degan, Apakah Regulasi Peralihan Berpihak Pada Semua Formasi?
PPPK Paruh Waktu Teknis dan Tendik Ditargetkan Penuh Waktu Mulai 2027
Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026: Daftar Menteri, Wamen hingga Kapolri yang Dilantik
Gaji PPPK Daerah Akan Ditanggung Pemerintah Pusat Mulai 2027
Siap-siap! Januari 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes
BRI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Posisi dan Syaratnya
Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, Ini Rincian Gajinya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Berpeluang Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Ini Penjelasan BKN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Deg-degan, Apakah Regulasi Peralihan Berpihak Pada Semua Formasi?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PPPK Paruh Waktu Teknis dan Tendik Ditargetkan Penuh Waktu Mulai 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober 2026: Daftar Menteri, Wamen hingga Kapolri yang Dilantik

Rabu, 30 September 2026 - 08:00 WIB

Gaji PPPK Daerah Akan Ditanggung Pemerintah Pusat Mulai 2027

Berita Terbaru