IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

IHSG menguat 1,21 persen ke level 6.192,93. Sejumlah saham masuk radar analis, tetapi investor tetap perlu mewaspadai aksi jual asing.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan setelah menutup perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, di zona hijau. Indeks naik 74,07 poin atau 1,21 persen ke level 6.192,93.

Penguatan tersebut mendapat dukungan dari kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham Bayan Resources (BYAN) menguat 9,80 persen, Amman Mineral Internasional (AMMN) naik 6,89 persen, sedangkan Mora Telematika Indonesia (MORA) meningkat 7,82 persen.

Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp597,49 miliar di pasar reguler. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan IHSG belum sepenuhnya menghilangkan tekanan di pasar saham domestik.

Baca Juga :  IHSG Dibuka Menguat ke 5.731, Saham BBCA dan BBRI Topang Kenaikan di Tengah Tekanan Data Ekonomi

Enam Saham Masuk Radar Analis

Di tengah peluang penguatan IHSG, investor dapat mencermati saham-saham yang masuk dalam rekomendasi analis untuk perdagangan 7 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan rekomendasi BNI Sekuritas yang dikutip Liputan6.com, enam saham yang menjadi perhatian adalah:

ISAT – Indosat Tbk.

DSSA – Dian Swastatika Sentosa Tbk.

MAPA – MAP Aktif Adiperkasa Tbk.

BRIS – Bank Syariah Indonesia Tbk.

MOLI – Madusari Murni Indah Tbk.

DOOH – Era Media Sejahtera Tbk.

Baca Juga :  IHSG Dibayangi Rebalancing FTSE Russell, Investor Asing Berpotensi Lanjutkan Outflow

Pilihan tersebut mencakup sektor telekomunikasi, energi, ritel, perbankan syariah, bahan baku, dan media. Setiap saham memiliki karakteristik serta tingkat risiko yang berbeda.

Waspadai Resistance IHSG

Analis memperkirakan IHSG berpeluang menguji area resistance 6.200–6.250. Sementara itu, area support berada di kisaran 6.070–6.150.

Jika indeks mampu menembus resistance, peluang penguatan lanjutan terbuka. Sebaliknya, kegagalan melewati level tersebut dapat memicu koreksi kembali.

Karena itu, investor perlu memperhatikan pergerakan harga, volume transaksi, kondisi fundamental emiten, serta sentimen pasar sebelum mengambil keputusan. (Pro)

Berita Terkait

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Saham Teknologi Kuasai Daftar Jawara S&P 500, Moderna hingga Bloom Energy Melaju
IHSG Sesi I Turun 0,32%, Saham BSWD dan BLTZ Melonjak 25%
Short Selling Resmi Dibuka Lagi Hari Ini, 5 Saham Masuk Daftar Perdana
Daftar Saham Margin dan Short Selling Oktober 2026: Ada ASII, BBCA hingga BUMI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:57 WIB

IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

INVESTASI

Trading atau Investasi? Kenali Perbedaannya Sebelum Memulai

Selasa, 6 Okt 2026 - 14:14 WIB