Okepost.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah akan mengubah pola tanam di kawasan rawan longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pemerintah mengganti tanaman hortikultura dengan tanaman perkebunan berakar kuat untuk mencegah longsor berulang.
Amran menyampaikan kebijakan itu saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Rabu. Ia menilai perubahan pola tanam sangat mendesak, terutama di lahan dengan kemiringan 20 hingga 45 derajat.
“Kami akan mengganti hortikultura di lahan miring dengan tanaman seperti kelapa, kopi, dan alpukat. Anggarannya sudah ada, tinggal menunggu usulan dari bupati dan gubernur. Kami bergerak cepat,” kata Amran.
Menurut Amran, tanaman perkebunan memiliki sistem perakaran lebih dalam sehingga mampu menahan tanah dan menekan risiko erosi serta longsor.
“Kalau ini tidak kita lakukan, kejadian seperti ini bisa terulang. Daerah ini sangat rawan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden terkait pengembangan 870 ribu hektare tanaman perkebunan nasional, dengan fokus pada wilayah rawan bencana.
Terkait pendapatan petani, Amran memastikan pemerintah tetap memberi solusi. Petani dapat menerapkan sistem tanam sela, yakni menanam hortikultura di antara tanaman perkebunan hingga komoditas utama mulai produktif.
“Dua sampai tiga tahun, saat kopi sudah menghasilkan, hortikultura bisa dikurangi dan digantikan pendapatan dari kopi,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut alih fungsi lahan sebagai salah satu penyebab longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
“Kita bisa lihat sendiri, kebun plastik sampai ke puncak. Dari situ sudah terlihat faktor penyebabnya,” kata Dedi.









