Okepost.id – TNI Angkatan Laut (AL) memastikan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh jenazah prajurit Korps Marinir yang meninggal dunia akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Tim melanjutkan pencarian terhadap 16 prajurit lainnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyatakan tim SAR menuntaskan evakuasi tujuh jenazah hingga Jumat (30/1/2026).
“Hingga Jumat, tim SAR gabungan dan prajurit TNI AL di lokasi berhasil mengevakuasi tujuh jenazah prajurit. Tim terus melanjutkan pencarian 16 prajurit lainnya secara maksimal,” kata Tunggul, Sabtu (31/1/2026).
Tunggul menyebut dua nama korban yang baru teridentifikasi, yakni Serda Marinir Rein Pasaike dan Koptu Marinir Edi Haryono. Sebelumnya, TNI AL telah mengumumkan identitas lima prajurit lain pada Rabu (28/1/2026).
Ketujuh prajurit yang telah dievakuasi yaitu:
- Serda Marinir Sidiq Hariyanto
- Praka Marinir Muhammad Kori
- Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita
- Praka Marinir Ari Kurniawan
- Pratu Marinir Febry Bramantio
- Serda Marinir Rein Pasaike
- Koptu Marinir Edi Haryono
Sementara itu, Basarnas memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan selama tujuh hari ke depan hingga 6 Februari 2026. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengambil keputusan tersebut setelah evaluasi bersama seluruh unsur operasi.
“Kami melanjutkan operasi SAR dengan pengerahan kekuatan maksimal sesuai masa tanggap darurat yang pemerintah daerah tetapkan,” ujar Syafii di Posko Basarnas, Jumat (30/1/2026).
Syafii berharap tim SAR dapat menemukan seluruh korban sebelum masa tanggap darurat berakhir.









