Okepost.id, Jakarta – Harga beras di Indonesia kembali mencetak rekor baru pada akhir April 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi cadangan beras nasional yang justru sangat tinggi.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, harga beras premium dan medium terus mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan tersebut dirasakan di berbagai daerah dan memicu kekhawatiran masyarakat.
Cadangan Beras Tembus Rekor Tertinggi
Di sisi lain, stok beras pemerintah berada dalam kondisi melimpah. Cadangan beras pemerintah (CBP) bahkan telah mencapai sekitar 5 juta ton.
Jumlah ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan melampaui capaian sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara produksi dan stok, Indonesia tidak mengalami kekurangan beras.
Distribusi Jadi Masalah Utama
Kenaikan harga beras di tengah stok melimpah menandakan adanya persoalan pada sistem distribusi. Beberapa faktor yang memicu kondisi ini antara lain:
Distribusi beras belum merata ke seluruh wilayah
Rantai pasok yang panjang meningkatkan biaya
Perbedaan harga antar daerah masih tinggi
Dugaan spekulasi dari pelaku pasar
Akibatnya, terjadi fenomena yang kontras: stok beras melimpah, tetapi harga tetap tinggi di pasaran.
Pemerintah Dorong Stabilisasi Harga
Pemerintah menilai kenaikan harga ini tidak sejalan dengan kondisi stok nasional. Karena itu, berbagai langkah mulai didorong untuk menekan harga beras.
Beberapa upaya yang dilakukan meliputi:
Penegakan Harga Eceran Tertinggi (HET)
Optimalisasi distribusi beras ke daerah
Penguatan sistem logistik pangan
Wacana penerapan satu harga beras nasional
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Kenaikan harga beras saat stok melimpah menunjukkan bahwa persoalan utama bukan pada produksi, melainkan distribusi dan tata niaga.
Jika distribusi berjalan optimal, harga beras seharusnya bisa lebih stabil. Perbaikan sistem ini menjadi kunci agar kondisi serupa tidak terus berulang.(Pro)









