Okepost.id, Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang pekan 11–13 Mei 2026 berlangsung penuh tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam, tetapi sejumlah saham justru mencatat lonjakan tajam dan masuk daftar top gainers sepekan.
IHSG ditutup melemah 3,53 persen ke level 6.723,320. Tekanan pasar muncul setelah sentimen rebalancing indeks global memicu aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Di tengah kondisi tersebut, saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk atau ELPI tampil sebagai emiten dengan kenaikan tertinggi selama sepekan.
Saham ELPI Melonjak Lebih dari 38 Persen
Saham ELPI melesat 38,41 persen dari Rp1.445 menjadi Rp2.000 per saham. Lonjakan tersebut membuat ELPI memimpin daftar saham dengan penguatan terbesar di Bursa Efek Indonesia selama periode perdagangan pekan ini.
Selain ELPI, beberapa saham lain juga mencatat penguatan signifikan. Saham DPUM naik 28 persen menjadi Rp192 per saham. Kemudian saham KONI menguat 24,63 persen ke posisi Rp3.390 per saham.
Tidak hanya itu, sejumlah saham lapis menengah dan kecil juga ikut mencuri perhatian investor karena mampu bertahan di tengah pelemahan IHSG.
Berikut daftar top gainers sepekan 11–13 Mei 2026:
ELPI naik 38,41 persen menjadi Rp2.000
DPUM naik 28 persen menjadi Rp192
KONI naik 24,63 persen menjadi Rp3.390
KJEN naik 24,44 persen menjadi Rp168
NEST naik 20,90 persen menjadi Rp590
DFAM naik 20,19 persen menjadi Rp125
KOPI naik 18,33 persen menjadi Rp284
CCSI naik 16,81 persen menjadi Rp278
GRIA naik 13,73 persen menjadi Rp116
IRSX naik 13,17 persen menjadi Rp464
IHSG Turun akibat Tekanan Pasar Global
Pelemahan IHSG selama pekan ini dipengaruhi sentimen negatif dari pasar global, termasuk perubahan komposisi indeks MSCI dan FTSE Russell. Kondisi tersebut memicu arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia.
Selain IHSG yang melemah, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga ikut turun. Aktivitas transaksi harian investor tercatat mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.
Meski pasar bergerak di zona merah, sejumlah saham masih mampu mencatat kenaikan signifikan. Kondisi itu menunjukkan investor tetap memburu saham dengan potensi pergerakan tinggi, terutama di sektor saham lapis dua dan lapis tiga.
Analis menilai kenaikan saham-saham top gainers dipengaruhi faktor teknikal, aksi spekulatif, hingga tingginya minat terhadap saham dengan harga murah.
Investor Tetap Cari Peluang di Tengah Volatilitas
Pergerakan saham top gainers menunjukkan pasar saham Indonesia masih menyimpan peluang di tengah volatilitas tinggi. Investor jangka pendek memanfaatkan momentum kenaikan harga pada saham tertentu untuk meraih keuntungan cepat.
Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan risiko karena pergerakan saham dengan kenaikan tajam biasanya memiliki volatilitas tinggi.
Investor juga disarankan memperhatikan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi agar terhindar dari risiko koreksi mendadak.(Pro)









