Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham TAPG, INKP, dan MIKA Pimpin Kenaikan

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan Kamis (21/5/2026) seiring mayoritas saham konstituen bergerak di zona hijau. Saham PT Triputra Agro Persada Tbk. menjadi pemimpin penguatan bersama sejumlah emiten sektor pulp, kesehatan, hingga perbankan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks hasil kerja sama BEI dan Harian Bisnis Indonesia itu naik 0,53% ke level 449,41 pada awal sesi perdagangan. Dari total 27 saham penghuni indeks, sebanyak 22 saham mencatat kenaikan, empat saham melemah, dan satu saham stagnan.

Penguatan tertinggi dicatat saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang melonjak 4,71% ke level Rp1.555 per saham. Selanjutnya, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 2,50% ke Rp8.200, sedangkan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menguat 1,85% ke posisi Rp1.655.

Kinerja positif juga terlihat pada saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang naik 1,52% ke Rp2.680. Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) bertambah 1,45% menjadi Rp4.900 dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,26% ke level Rp6.050.

Di sisi lain, beberapa saham justru bergerak melemah. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) terkoreksi paling dalam setelah turun 4,52% ke Rp1.480. Kemudian PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) melemah 1,42% ke Rp2.780, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) turun 0,76% ke Rp655, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) terkoreksi 0,65% ke Rp3.080.

Baca Juga :  IHSG Ditutup Naik 0,72 Persen, Saham Bank Jumbo Pimpin Penguatan

IHSG Diprediksi Bergerak Variatif

Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang support 6.200 hingga resistance 6.450 pada perdagangan hari ini. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,82% ke level 6.318 pada perdagangan Rabu (20/5/2026).

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI disebut berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross. Namun, histogram negatif MACD masih melebar sehingga pergerakan IHSG diperkirakan tetap fluktuatif.

Analis menilai pasar masih mencermati sejumlah sentimen domestik yang muncul usai pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR terkait asumsi dasar makro ekonomi RAPBN 2027.

Dalam pemaparannya, pemerintah menargetkan defisit anggaran 2027 berada di kisaran 1,8%-2,4% terhadap PDB. Sementara pertumbuhan ekonomi dipatok pada level 5,8%-6,5% dengan inflasi 1,5%-3,5%.

Pemerintah juga memproyeksikan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun di level 6,5%-7,3%.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan

Selain itu, Presiden Prabowo mengumumkan rencana kebijakan ekspor sumber daya alam melalui BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal. Kebijakan itu akan diterapkan untuk komoditas seperti CPO, batu bara, dan paduan besi.

Menurut analis, pelaku pasar cenderung memilih sikap wait and see untuk mencermati dampak asumsi RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor tersebut terhadap pasar modal domestik.

BI Rate Naik Jadi 5,25%

Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyebut pasar juga tengah merespons keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.

Kenaikan suku bunga itu dinilai bertujuan menjaga stabilitas rupiah sekaligus meredam tekanan capital outflow dalam jangka pendek.

BRI Danareksa memperkirakan IHSG masih bergerak terbatas dengan area support di level 6.220 dan resistance pada 6.635.

Fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis risalah rapat The Fed atau FOMC Minutes serta sejumlah data ekonomi domestik seperti Current Account dan M2 Money Supply yang berpotensi menjadi katalis pergerakan pasar. (Pro)

Berita Terkait

IHSG Ditutup Melemah 0,86 Persen, Saham BYAN hingga BREN Jadi Pemberat
IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan
MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar
BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%
Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:56 WIB

IHSG Ditutup Melemah 0,86 Persen, Saham BYAN hingga BREN Jadi Pemberat

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:48 WIB

IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:25 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:51 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:33 WIB

MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Artikel

Langkah Mudah Cek NIK KTP Terdeteksi Judi Online atau Tidak

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:48 WIB