Transaksi Kartu Kripto Melonjak 230 Persen, Stablecoin Makin Dipakai untuk Belanja Harian

Pasar Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transaksi Kartu Kripto Melonjak 230 Persen, Stablecoin Makin Dipakai untuk Belanja Harian

Transaksi Kartu Kripto Melonjak 230 Persen, Stablecoin Makin Dipakai untuk Belanja Harian

Okepost.id, Jakarta – Volume transaksi kartu debit dan kredit yang terhubung dengan aset kripto terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Lonjakan penggunaan stablecoin sebagai alat pembayaran harian menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut.

Laporan The Kobeissi Letter mencatat volume transaksi bulanan kartu kripto naik sekitar 230 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga Mei 2026, total akumulasi transaksi kartu pembayaran berbasis kripto telah mencapai sekitar US$7,8 miliar atau setara Rp139 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa aset digital kini tidak hanya digunakan untuk investasi atau trading, tetapi mulai masuk ke aktivitas pembayaran sehari-hari.

“Adopsi kartu kripto meningkat pesat pada 2026 karena akses terhadap stablecoin sebagai jalur pembayaran melalui kartu kripto semakin luas,” tulis The Kobeissi Letter dalam laporannya.

Laporan itu menyebut semakin banyak pengguna memanfaatkan stablecoin layaknya mata uang fiat melalui kartu pembayaran kripto. Kondisi ini dinilai mempercepat adopsi aset digital secara global.

Visa Kuasai Pasar Kartu Kripto

Dalam perkembangan terbaru, Visa disebut mendominasi sekitar 90 persen transaksi kartu kripto melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan pembayaran berbasis blockchain, termasuk Jupiter Global.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

Jupiter Global merupakan proyek pembayaran yang dikembangkan oleh tim di balik Jupiter, decentralized exchange di jaringan Solana. Melalui layanan tersebut, pengguna dapat membelanjakan stablecoin secara langsung menggunakan kartu pembayaran untuk berbagai kebutuhan harian.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa integrasi aset digital dengan sistem pembayaran konvensional semakin kuat. Perusahaan pembayaran global seperti Visa dan Mastercard kini justru menjadi penghubung utama antara dunia kripto dan transaksi nyata.

Stablecoin Mulai Dipakai untuk Transaksi Harian

Penggunaan kartu kripto juga mulai terlihat dalam aktivitas belanja sehari-hari. Pada Januari 2026, exchange kripto OKX meluncurkan kartu pembayaran stablecoin berbasis jaringan Mastercard untuk pengguna di kawasan Eropa.

Data OKX menunjukkan transaksi terbesar berasal dari kategori belanja ritel yang menyumbang sekitar 26 persen dari total penggunaan kartu. Sementara itu, restoran berada di posisi kedua dengan kontribusi sekitar 18 persen, diikuti transaksi belanja online sebesar 13 persen.

Menurut OKX, meningkatnya penggunaan stablecoin untuk membayar makan siang hingga kebutuhan sehari-hari menjadi tanda bahwa aset digital mulai diterima sebagai alat pembayaran praktis.

Baca Juga :  BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selama ini, salah satu kritik terbesar terhadap aset kripto adalah minimnya penggunaan di kehidupan nyata. Namun, tren transaksi kartu kripto yang terus meningkat menunjukkan stablecoin mulai menemukan fungsi nyata di sektor pembayaran.

Ekspansi ke Lebih dari 100 Negara

Pertumbuhan kartu pembayaran kripto juga semakin kuat setelah Visa dan Bridge, perusahaan fintech milik Stripe, mengumumkan ekspansi layanan kartu stablecoin ke lebih dari 100 negara pada Maret 2026.

Pada tahap awal, layanan tersebut tersedia di 18 negara, termasuk Argentina, Kolombia, Ekuador, Meksiko, Peru, dan Chile. Ekspansi berikutnya akan menyasar kawasan Asia-Pasifik, Afrika, hingga Timur Tengah sebelum akhir 2026.

Jika tren pertumbuhan ini terus berlanjut, kartu kripto diperkirakan akan menjadi salah satu pintu utama adopsi stablecoin secara global dalam beberapa tahun ke depan.

Berikut rilis ulang naskah menjadi artikel portal berita online dengan gaya SEO, kalimat aktif, dan minim plagiarisme. (Pro)

Berita Terkait

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam
BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun
Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:13 WIB

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:45 WIB

Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

Berita Terbaru

Artikel

Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:58 WIB