Saham BBRI Sentuh Titik Terendah Lima Tahun, Investor Domestik Manfaatkan Momentum

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

Okepost.id, Jakarta – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Emiten perbankan pelat merah tersebut ditutup melemah 3,91% ke level Rp2.950 per saham, sekaligus menjadi posisi terendah dalam lima tahun terakhir.

Aktivitas perdagangan saham BBRI terpantau sangat tinggi. Sebanyak 1,07 miliar saham berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 67.818 kali dan nilai perdagangan sekitar Rp3,19 triliun.

Tekanan pada saham BBRI tidak lepas dari aksi jual investor asing yang berlangsung bersamaan dengan proses rebalancing indeks MSCI yang efektif pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Investor asing tercatat membukukan net sell mencapai Rp738,04 miliar.

Namun di tengah derasnya aksi jual asing, investor domestik justru memanfaatkan pelemahan harga tersebut untuk mengakumulasi saham BBRI. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor dalam negeri mencatat net buy sekitar Rp738 miliar pada saham perbankan terbesar di Indonesia tersebut.

Valuasi BBRI Dinilai Sangat Murah

Penurunan harga saham membuat valuasi BBRI berada di level yang dinilai sangat menarik bagi investor jangka panjang.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, rasio Price to Book Value (PBV) BBRI saat ini berada di kisaran 1,32 kali. Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata historis dan menyentuh area di bawah standar deviasi valuasi 10 tahun terakhir.

Baca Juga :  Top Gainers Sepekan: Saham ELPI, DPUM hingga KONI Melonjak di Tengah Tekanan IHSG

Sementara itu, rasio Price to Earnings Ratio (PER) BBRI tercatat 7,64 kali. Posisi tersebut juga berada di bawah level minus satu standar deviasi rata-rata PER selama satu dekade terakhir yang berada di kisaran 9,92 kali.

Kondisi ini menunjukkan bahwa harga saham BBRI saat ini diperdagangkan dengan diskon yang cukup besar dibandingkan valuasi historisnya.

Laba BBRI Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Pasar

Di sisi fundamental, kinerja Bank Rakyat Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Stockbit Sekuritas mencatat laba bersih bank only BBRI pada April 2026 mencapai Rp4 triliun, meningkat 3% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Secara kumulatif selama empat bulan pertama 2026, laba bersih bank only mencapai Rp15,9 triliun atau tumbuh 6% YoY. Realisasi tersebut setara dengan sekitar 27% dari estimasi laba konsolidasi sepanjang tahun 2026.

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan Net Interest Income (NII) sebesar 7% YoY yang didukung oleh penurunan beban bunga hingga 16% YoY.

Selain itu, penyaluran kredit BBRI tumbuh 11% YoY hingga April 2026. Pertumbuhan tersebut melampaui target manajemen yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan kredit pada kisaran 7% hingga 9% sepanjang tahun ini.

Dari sisi kualitas aset, beban pencadangan atau provisi hanya meningkat 2% YoY, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit. Hal ini membuat Cost of Credit (CoC) turun menjadi 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,5%.

Baca Juga :  Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia 2026, Ini Platform Favorit Investor Pemula hingga Profesional

Mandiri Sekuritas Tetap Rekomendasikan Buy

Analis Mandiri Sekuritas menilai fundamental BBRI masih cukup solid meskipun sektor perbankan menghadapi tantangan berupa inflasi yang meningkat dan potensi kenaikan risiko kredit.

Lembaga riset tersebut mencatat laba bersih bank only BBRI tumbuh 6% YoY hingga April 2026 dengan Return on Equity (ROE) mencapai 15,9%.

Menurut Mandiri Sekuritas, strategi BBRI dalam memperkuat dana murah (CASA), meningkatkan standar penyaluran kredit, serta memperkuat manajemen risiko akan membantu menjaga ketahanan laba sepanjang tahun 2026.

Atas dasar tersebut, Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.100 per saham.

Peluang atau Risiko?

Penurunan saham BBRI ke level terendah lima tahun menjadi perhatian pelaku pasar. Di satu sisi, tekanan jual asing dan sentimen pasar global masih berpotensi menimbulkan volatilitas jangka pendek.

Namun di sisi lain, valuasi yang berada pada level historis rendah serta kinerja fundamental yang masih bertumbuh membuat sebagian investor domestik melihat kondisi ini sebagai peluang akumulasi jangka panjang.

Dengan target harga analis yang masih jauh di atas harga pasar saat ini, saham BBRI menjadi salah satu emiten perbankan yang terus menarik perhatian investor di tengah dinamika pasar modal Indonesia.(Pro)

Berita Terkait

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama, Pasar Saham dan Kripto Hadapi Tekanan
Top Losers Pekan Ini: ASPR Anjlok 37,85%, APIC dan LCKM Ikut Terseret
IHSG Berbalik Melemah di Penutupan, Saham Perbankan Jadi Biang Kerok Meski Transaksi Tembus Rp50 Triliun
IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.112, Rebalancing MSCI dan Tekanan Rupiah Jadi Sorotan
Rebalancing MSCI Berakhir Hari Ini, Pasar Saham Indonesia Diprediksi Bergerak Volatil
IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif di Tengah Rebalancing MSCI, Investor Waspadai Tekanan Jual
Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham DEWA, BUMI dan MIKA Justru Melonjak
Lo Kheng Hong hingga Bakrie Tambah Porsi Saham, Ini Daftar Emiten yang Alami Perubahan Kepemilikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:52 WIB

The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama, Pasar Saham dan Kripto Hadapi Tekanan

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:37 WIB

Saham BBRI Sentuh Titik Terendah Lima Tahun, Investor Domestik Manfaatkan Momentum

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:05 WIB

Top Losers Pekan Ini: ASPR Anjlok 37,85%, APIC dan LCKM Ikut Terseret

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:21 WIB

IHSG Berbalik Melemah di Penutupan, Saham Perbankan Jadi Biang Kerok Meski Transaksi Tembus Rp50 Triliun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:25 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.112, Rebalancing MSCI dan Tekanan Rupiah Jadi Sorotan

Berita Terbaru