Dolar AS Sentuh Rp18.000, Ini Faktor yang Menekan Rupiah

Nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan eksternal, sementara dolar AS terus menguat di pasar global menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada Jumat (5/6/2026).

Mata uang Garuda masih berada dalam tren pelemahan setelah dolar AS menembus level psikologis Rp18.000 dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap aset berbasis dolar AS dan tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Kondisi tersebut membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, sulit keluar dari tekanan jual.

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah ke posisi Rp18.049 per dolar AS atau turun sekitar 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pelemahan ini menjadi salah satu level terendah yang dicatat rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Pemerintah Temukan 40 Persen Lebih Bansos Salah Sasaran, Perlinsos Digital Dipercepat Mulai 2026

Dolar AS Masih Mendominasi Pasar

Penguatan dolar AS didorong oleh sentimen global yang membuat investor memilih instrumen investasi yang dianggap lebih aman.

Selain itu, pasar juga masih menunggu arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Analis menilai pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, kondisi geopolitik, dan kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.

Jika sentimen eksternal belum membaik, rupiah berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan tetap berada di level tinggi terhadap dolar AS.

Pelaku Usaha dan Investor Diminta Waspada

Melemahnya rupiah dapat meningkatkan biaya impor bahan baku dan barang modal yang masih bergantung pada transaksi dolar AS. Di sisi lain, eksportir berpotensi memperoleh keuntungan dari selisih kurs yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Perhari ini Menguat, Simak Daftar Harga Terbarunya

Para investor juga diminta mencermati volatilitas pasar keuangan yang meningkat akibat pergerakan mata uang global. Strategi diversifikasi aset dinilai penting untuk mengurangi risiko di tengah ketidakpastian pasar.

Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing dan instrumen moneter lainnya guna menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah.

Pelaku pasar berharap berbagai kebijakan yang ditempuh otoritas moneter mampu menahan laju pelemahan rupiah sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. (Pro)

Berita Terkait

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama
Rupiah Melemah ke Rp17.932 per Dolar AS Pagi Ini Rabu 22 Juni 2026
Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.920
Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
Dolar Mendadak Terkapar, Rupiah Perkasa di Asia
Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:03 WIB

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.932 per Dolar AS Pagi Ini Rabu 22 Juni 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:38 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.920

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:42 WIB

Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

Berita Terbaru