Harga Avtur Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, Maskapai Dunia Naikkan Tarif dan Pangkas Rute

Transportasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto ilustrasi

Poto ilustrasi

Okepost.id – Industri penerbangan global kembali menghadapi tekanan besar setelah harga bahan bakar jet melonjak tajam akibat konflik di Timur Tengah.

Sejumlah maskapai mulai menaikkan tarif tiket dan mengurangi rute penerbangan untuk menekan lonjakan biaya operasional.

Kenaikan harga avtur dipicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Situasi ini memicu gangguan pada jalur penerbangan serta distribusi energi global.

CEO Delta Air Lines, Ed Bastian, menyebut lonjakan harga bahan bakar telah menambah beban perusahaan hingga sekitar US$400 juta hanya dalam satu bulan. Ia menegaskan maskapai harus segera menyesuaikan tarif untuk menjaga kinerja keuangan.

Tekanan serupa juga dirasakan American Airlines. Maskapai tersebut memperkirakan biaya tambahan mencapai US$400 juta pada kuartal pertama tahun ini akibat kenaikan harga bahan bakar.

Baca Juga :  Mudik 2026, Tol Regional Nusantara Tembus 2,8 Juta Kendaraan

Di kawasan Eropa, SAS AB mengambil langkah cepat dengan memangkas sejumlah rute penerbangan. Perusahaan menyebut lonjakan harga terjadi secara tiba-tiba dan berdampak langsung pada operasional.

Kondisi ini diperparah oleh penutupan sebagian wilayah udara Timur Tengah akibat ancaman serangan rudal dan drone.

Banyak maskapai terpaksa membatalkan, mengalihkan, atau menjadwal ulang penerbangan mereka.

Dampaknya terlihat jelas di Bandara Frankfurt yang mencatat sekitar 86.000 penumpang terdampak pembatalan penerbangan dalam dua pekan pertama konflik. Saat ini, hanya sebagian kecil rute ke Timur Tengah yang masih beroperasi.

Harga bahan bakar jet tercatat melonjak hingga dua kali lipat di Eropa dan hampir 80 persen di Asia sejak akhir Februari.

Baca Juga :  Truck Muatan Besi Terguling, Perjalanan Jambi - Palembang Molor hingga 15 Jam

Kondisi ini semakin menekan industri, mengingat bahan bakar merupakan komponen biaya terbesar kedua setelah tenaga kerja, dengan porsi sekitar 20 hingga 25 persen dari total operasional maskapai.
Selain kenaikan harga, gangguan pasokan turut memperburuk situasi.

China dan Thailand menghentikan ekspor bahan bakar jet, sementara Vietnam memperingatkan potensi pengurangan penerbangan mulai April.

Sejumlah maskapai mulai menyesuaikan strategi untuk bertahan. Air France-KLM telah mengumumkan kenaikan harga tiket untuk rute jarak jauh guna menutup lonjakan biaya.

Meski beberapa maskapai masih mencatat pertumbuhan pendapatan, tekanan biaya tetap membayangi kinerja mereka.

Kondisi ini menunjukkan konflik geopolitik kembali memberikan dampak luas terhadap industri penerbangan global yang sebelumnya terpukul pandemi.**

Berita Terkait

Aturan Baru Potongan Aplikator 8 Persen, GoTo dan Grab Siap Pelajari Dampaknya
Konglomerat Pemilik Taksi Green SM Disorot, Harta Pham Nhat Vuong Tembus Rp614 Triliun
4 Fakta Harga Tiket Pesawat Naik Tak Boleh di Atas 13 Persen
AirAsia X naikkan “fuel surcharge” imbas lonjakan harga avtur
Batik Air Malaysia Kurangi 35 Persen Penerbangan akibat Harga Avtur Naik
Kemenhub Kucurkan Rp15 Miliar, Bandara Depati Parbo Kerinci Tampil Lebih Modern
34 Korban Kecelakaan Maut Bus Restu di Tol Jombang Dirawat di 3 Rumah Sakit
Honda BeAT 2026 Resmi Meluncur, Desain Sporty dan Irit 63 Km/Liter
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:43 WIB

Aturan Baru Potongan Aplikator 8 Persen, GoTo dan Grab Siap Pelajari Dampaknya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:50 WIB

Konglomerat Pemilik Taksi Green SM Disorot, Harta Pham Nhat Vuong Tembus Rp614 Triliun

Senin, 13 April 2026 - 09:58 WIB

4 Fakta Harga Tiket Pesawat Naik Tak Boleh di Atas 13 Persen

Selasa, 7 April 2026 - 09:28 WIB

AirAsia X naikkan “fuel surcharge” imbas lonjakan harga avtur

Selasa, 7 April 2026 - 09:21 WIB

Batik Air Malaysia Kurangi 35 Persen Penerbangan akibat Harga Avtur Naik

Berita Terbaru

Artikel

Rekomendasi Jus Sayur Terbaik untuk Turunkan Berat Badan

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:03 WIB