Okepost.id, Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan sebanyak 145 ribu aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan penguatan kapasitas kepemimpinan digital. Program ini menjadi bagian dari kolaborasi BKN bersama .
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan perkembangan AI telah mengubah cara kerja pemerintahan. Menurutnya, transformasi birokrasi di era digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera dijawab oleh seluruh ASN.
ASN Dituntut Kuasai AI dan Adaptif terhadap Perubahan
BKN menilai kemampuan ASN saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pemahaman regulasi dan administrasi. Aparatur juga perlu memperkuat literasi data, memahami AI, berpikir kritis, serta mampu menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks.
Zudan mengatakan ASN masa depan harus memiliki karakter lincah, siap menghadapi teknologi, dan cepat beradaptasi dengan perubahan.
“ASN perlu bertransformasi dari pelaksana tugas administratif menjadi aparatur yang memiliki kemampuan analitis, strategis, dan mampu menghasilkan solusi untuk berbagai persoalan publik,” ujarnya.
BKN Sudah Terapkan AI dalam Layanan Kepegawaian
BKN juga mulai mengembangkan sejumlah inovasi berbasis AI untuk mendukung modernisasi manajemen ASN. Beberapa di antaranya meliputi chatbot Melinda, sistem AI Proctoring pada CAT, klasifikasi dokumen otomatis, hingga proses verifikasi dan validasi digital.
Program pelatihan yang berlangsung sejak Mei hingga Juli 2026 itu mendapat respons positif dari peserta. Hingga saat ini, sebanyak 12.551 ASN telah mengikuti pelatihan tersebut.
Pelatihan terdiri dari enam angkatan AI for Public Impact dan satu angkatan AI Policy Lab for Leaders. Materinya mencakup pengenalan AI, penyusunan kebijakan, pengolahan data, peningkatan produktivitas, hingga inovasi pelayanan publik.
BKN berharap penguatan kompetensi digital dapat mendorong lahirnya birokrasi modern yang lebih efektif, responsif, dan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.(Pro)









