Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada Selasa pagi (26/5/2026). Mata uang Garuda masih belum bisa bangkit pada hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp17.768 per dolar AS. Rupiah tercatat melemah 26 poin atau 0,14 persen dibandingkan penutupan Senin kemarin yang berada di level Rp17.744

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah disebabkan oleh sentimen global. Salah satunya, investor menunggu proposal perdamaian Iran dan Amerika Serikat.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS, investor wait and see menantikan respon IRan terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan trjadi dalam waktu dekat,” katanya saat dihubungi Suara.com.

Baca Juga :  Mendagri Ungkap Strategi Penataan PPPK di Daerah, Pemda Diminta Stop Rekrut Honorer Baru

Pelemahan rupiah juga terjadi dikarenakan dolar AS yang mulai rebound. Tentunya, mata uang Garuda masih belum bangkit melawan dolar AS.

“Namun perkembangan terakhir, rupiah tertekan oleh rebound pada dolar AS menyusul serangan baru AS terhadap Iran. Range 17700-17800,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya juga melemah. Di mana, ringgit Malaysia berada satu level lebih baik dari rupiah setelah terkoreksi 0,09 persen.

Baca Juga :  5 Kesenjangan Gaji PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu

Selanjutnya ada dolar Taiwan yang tertekan 0,07 persen dan baht Thailand tergelincir 0,06 persen. Disusul, won Korea Selatan turun 0,04 persen. Kemudian dolar Hong Kong melemah tipis 0,008 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Sedangkan, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah terkerek 0,02 persen.

Berikutnya, peso Filipina menanjak 0,008 persen dan yuan China naik 0,006 persen. Lalu, dolar Singapura bergerak tipis dengan kecenderungan menguat. (*)

Berita Terkait

Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa
Harga Emas di Pegadaian 16 Juli 2026: Cek Rincian Galeri 24 dan UBS
CPNS 2026 Segera Dibuka? BKN Ungkap Progres Formasi dan Jadwal Pengumuman Resmi
PTKNI Usulkan 3 Solusi Penataan ASN PPPK, Dorong PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif per 13 Juli 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026
DPR Desak Kepastian Status PPPK Paruh Waktu Sebelum September 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:22 WIB

Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:47 WIB

Harga Emas di Pegadaian 16 Juli 2026: Cek Rincian Galeri 24 dan UBS

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:23 WIB

CPNS 2026 Segera Dibuka? BKN Ungkap Progres Formasi dan Jadwal Pengumuman Resmi

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:58 WIB

PTKNI Usulkan 3 Solusi Penataan ASN PPPK, Dorong PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS

Berita Terbaru