IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

Okepost.id, Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia resmi memasuki masa libur Iduladha 1447 Hijriah. Aktivitas perdagangan dihentikan sementara pada Rabu (27/5/2026) dan Kamis (28/5/2026) karena hari libur nasional dan cuti bersama Iduladha.

Mengacu pada jadwal resmi BEI, pasar saham Indonesia akan kembali beroperasi pada Jumat, 29 Mei 2026.

Menjelang penutupan sementara bursa, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Tekanan jual yang terjadi di sejumlah saham unggulan membuat IHSG terkoreksi cukup dalam.

IHSG ditutup melemah 1,23 persen atau turun ke posisi 6.130,19. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.124,79 hingga 6.286,87.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 258 saham berhasil menguat, sementara 461 saham melemah dan 240 saham lainnya stagnan.

Saham LQ45 Kompak Terkoreksi

Tekanan terbesar datang dari sejumlah saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memimpin pelemahan setelah anjlok 10,68 persen ke level Rp4.890.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga tertekan cukup tajam dengan penurunan 8,48 persen ke posisi Rp5.125. Sementara itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 8,11 persen menjadi Rp1.190.

Baca Juga :  Saham TCPI Masuk Daftar HSC BEI, FTSE Russell Siap Keluarkan Emiten Berkonsentrasi Tinggi dari Indeks

Pelemahan berlanjut pada saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang turun 5,71 persen ke Rp330. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) ikut melemah 4,56 persen ke level Rp2.720.

Selain itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) terkoreksi 4,03 persen menjadi Rp476. Saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) turun 3,82 persen ke Rp2.770 dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) melemah 3,60 persen ke Rp1.340.

TLKM dan BRPT Jadi Penopang Penguatan

Di tengah tekanan IHSG, beberapa saham masih mencatatkan penguatan signifikan. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 5,46 persen ke level Rp3.090 dan menjadi salah satu penopang indeks.

Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) juga menguat 5,07 persen ke Rp1.555. Selain itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) naik 3,91 persen menjadi Rp505.

Kenaikan juga dialami saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang menguat 1,82 persen ke Rp4.480.

Saham sektor energi turut bergerak positif. PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik 1,43 persen ke Rp2.840, sedangkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) menguat 1,07 persen menjadi Rp1.895.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi, Ini Saham Pilihan MNC Sekuritas

Adapun saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) naik 0,91 persen ke Rp8.325 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) bertambah 0,89 persen ke posisi Rp22.725.

Analis Prediksi IHSG Masih Berpeluang Rebound

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG masih memiliki peluang rebound terbatas setelah mampu bertahan di area support 5.900 hingga 6.100.

Ia memperkirakan pergerakan indeks berpotensi menuju area resistance 6.250 sampai 6.300 dalam jangka pendek.

Namun, Reza mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih tinggi. Investor saat ini mencermati sejumlah sentimen global seperti perkembangan negosiasi Iran-Amerika Serikat, proses rebalancing MSCI, hingga aksi profit taking menjelang libur panjang bursa.

Investor Diminta Tetap Waspada

Kondisi pasar yang masih fluktuatif membuat investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham. Pelaku pasar juga dinilai perlu memperhatikan sentimen global dan arus dana asing yang masih memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan perdagangan yang kembali dibuka pada akhir pekan nanti, investor akan menanti arah baru pasar setelah libur panjang Iduladha 2026. (Pro)

Berita Terkait

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks
OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp112,67 Triliun pada Semester I 2026
10 Saham Cum Dividen Hari Ini 6 Juli 2026, INDF dan ICBP Tebar Dividen Terbesar
AMMN, DCII, hingga BREN Jadi Penggerak Utama IHSG Sepekan, Namun Indeks Tetap Melemah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIB

Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:18 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:58 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB