Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

Arus modal asing masih menopang rupiah, namun ketegangan geopolitik dan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia menjadi penentu arah pergerakan.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (17/7/2026).

Analis memproyeksikan rupiah berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah sebelumnya ditutup melemah tipis 0,36 persen ke posisi Rp17.921 per dolar AS. Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi.

Peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar terhadap dolar AS sebesar 0,06 persen, disusul yen Jepang dan rupee India yang masing-masing naik 0,01 persen.

Sementara itu, won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,35 persen, diikuti ringgit Malaysia 0,23 persen dan baht Thailand 0,09 persen.

Yuan China juga turun 0,07 persen, sedangkan dolar Singapura melemah 0,02 persen dan dolar Hong Kong turun tipis 0,01 persen.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi perkembangan geopolitik global, arus modal asing, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia.

Menurutnya, konflik geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian investor karena berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Di sisi lain, sentimen domestik dinilai tetap positif seiring masuknya dana asing dan meningkatnya optimisme terhadap kebijakan moneter.

Pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan depan. Investor memperkirakan bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus meredam tekanan eksternal.

Lukman menilai arus masuk modal asing masih menjadi faktor utama yang menopang rupiah. Selain itu, membaiknya sentimen ekonomi domestik diperkirakan akan memberikan dukungan tambahan terhadap pergerakan mata uang Garuda.

Baca Juga :  Rupiah Spot Menguat pada Perdagangan Rabu (26/8) Pagi

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.992

Pada awal perdagangan Jumat pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 0,40 persen ke level Rp17.992 per dolar AS.

Di pasar Asia, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar terhadap dolar AS sebesar 0,29 persen, diikuti peso Filipina 0,16 persen, baht Thailand 0,02 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.

Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 0,32 persen dan ringgit Malaysia naik 0,21 persen. Rupee India turut menguat 0,07 persen, disusul dolar Singapura 0,05 persen, yuan China 0,04 persen, serta yen Jepang 0,03 persen.(Pro)

Berita Terkait

Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat
BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks
IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan
IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas
IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham
IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati
BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:08 WIB

BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:12 WIB

IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:33 WIB

IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:45 WIB

IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati

Berita Terbaru