Rusia Stop Ekspor Avtur hingga Akhir 2026, Pasar Energi Global Bersiap Hadapi Dampaknya

Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vlamidir Putin/Dok. Kremlin

Presiden Rusia Vlamidir Putin/Dok. Kremlin

Okepost.id, Jakarta – Pemerintah Rusia resmi menghentikan sementara ekspor bahan bakar pesawat atau avtur hingga 30 November 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan energi di dalam negeri tetap aman sekaligus menjaga stabilitas pasar bahan bakar nasional.

Dalam keterangan resmi yang dikutip dari Kantor Berita Anadolu pada Selasa (2/6/2026), pemerintah Rusia menyebutkan bahwa larangan tersebut juga mencakup avtur yang diperdagangkan melalui bursa komoditas.

Kebijakan terbaru ini menjadi bagian dari upaya Moskow memperkuat ketahanan energi domestik di tengah tantangan pasokan global dan meningkatnya kebutuhan bahan bakar dalam negeri.

Pemerintah Rusia menegaskan bahwa prioritas utama kebijakan tersebut adalah menjaga keseimbangan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor industri nasional.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Kamis 28 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif

“Tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas pasar bahan bakar domestik,” demikian pernyataan resmi pemerintah Rusia.

Meski menerapkan pembatasan ekspor, pemerintah tetap memberikan sejumlah pengecualian. Pengiriman avtur yang telah masuk proses kepabeanan sebelum aturan berlaku masih dapat dilanjutkan. Selain itu, ekspor yang dilakukan berdasarkan perjanjian antarpemerintah juga tidak terdampak oleh kebijakan tersebut.

Keputusan menghentikan ekspor avtur bukan kali pertama dilakukan Rusia pada tahun ini. Sebelumnya, pemerintah Rusia telah memberlakukan larangan ekspor bensin oleh produsen domestik hingga 31 Juli 2026.

Saat itu, langkah serupa diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar selama musim panas dan meningkatnya aktivitas sektor pertanian. Pemerintah juga berupaya meredam tekanan harga energi yang dipicu kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah Lagi, Dolar AS Berpotensi Dekati Rp17.900

Analis menilai kebijakan terbaru Rusia dapat menjadi perhatian pasar energi internasional. Sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia, setiap perubahan kebijakan ekspor dari Rusia berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan bakar global, termasuk sektor penerbangan.

Meski demikian, pemerintah Rusia memastikan distribusi bahan bakar untuk kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas utama. Otoritas setempat juga akan terus memantau kondisi pasar energi guna menjaga ketersediaan pasokan dan menghindari gangguan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Langkah ini menunjukkan komitmen Rusia dalam menjaga stabilitas energi dalam negeri di tengah ketidakpastian pasar global yang masih dipengaruhi dinamika geopolitik dan fluktuasi harga minyak internasional.(Pro)

Berita Terkait

Laba Hutama Karya Lampaui Target Semester I 2026, Jalan Tol Trans Sumatera Jadi Penopang Utama
Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
BPK Soroti Tata Kelola Danantara, Transparansi Laporan Keuangan BUMN Jadi Perhatian
Bulog Minta Maaf Usai Hama Gudang Serbu Permukiman Warga Karawang, Fumigasi dan Fogging Disiapkan
DPR dan Pemerintah Sepakati Target Ekonomi 2027 Tumbuh 5,8–6,5%, Danantara Diminta Beri Kontribusi Nyata
Swiss Buka Kesempatan Kerja untuk WNI Lewat Program Young Professionals
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:42 WIB

Harga Beras Naik 6 Bulan Berturut-turut, Inflasi Pangan Mengancam Daya Beli dan Kemiskinan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:20 WIB

Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:32 WIB

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:00 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Danantara, Transparansi Laporan Keuangan BUMN Jadi Perhatian

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:44 WIB

Bulog Minta Maaf Usai Hama Gudang Serbu Permukiman Warga Karawang, Fumigasi dan Fogging Disiapkan

Berita Terbaru