YKI : Hanya 6–8 Persen Kanker Bersifat Turunan Genetik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto : YKI

Poto : YKI

Okepost.id – Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menegaskan bahwa hanya sebagian kecil kasus kanker yang terjadi akibat faktor keturunan genetik.

Prof. Aru menjelaskan bahwa masyarakat perlu membedakan istilah hereditary dan familiar dalam memahami kanker yang muncul dalam satu keluarga. Kanker hereditary berarti orang tua membawa gen kanker dan menurunkannya sejak anak berada dalam kandungan. Kasus seperti ini hanya mencakup sekitar 6 hingga 8 persen dari seluruh kasus kanker.

“Hereditary artinya seorang ibu sudah membawa gen kanker untuk anaknya sejak dalam kandungan. Jumlahnya kecil, hanya sekitar 6 sampai 8 persen,” kata Prof. Aru dalam pameran seni Understanding Cancer Through Art di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  Pesawat Smart Air Mendarat Darurat di Pantai Nabire

Menurutnya, kasus kanker dalam keluarga lebih sering terjadi karena faktor familiar. Anggota keluarga memiliki risiko lebih tinggi karena hidup dalam lingkungan yang sama dan menjalani kebiasaan yang serupa sejak kecil, mulai dari pola makan hingga gaya hidup.

“Orang tua tidak menurunkan kanker secara langsung, tetapi anak tetap memiliki risiko dua kali lipat lebih besar dibanding mereka yang tidak punya riwayat kanker dalam keluarga,” ujarnya.

Karena itu, Prof. Aru meminta masyarakat menjadikan riwayat kanker keluarga sebagai peringatan untuk melakukan deteksi dini. Ia menyarankan pemeriksaan kesehatan rutin dimulai sejak usia 45 tahun, atau lebih awal pada usia 35 tahun jika orang tua memiliki riwayat kanker.

Baca Juga :  Potongan Pajak THR Terlihat Besar? Ini Penjelasan Resmi DJP

Prof. Aru menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih penting dibanding pengobatan. Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan hidup dalam keluarga memberi pengaruh jauh lebih besar terhadap risiko kanker dibanding faktor genetik murni.

“Banyak orang mengira kanker sepenuhnya karena turunan, padahal pengaruh terbesar datang dari pola hidup dan kebiasaan keluarga,” tutupnya.

sumber : medcom,id

Berita Terkait

Kabar Besar! PermenPANRB 9 Tahun 2026 Terbit, PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi PPPK Penuh
Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS & Antam Hari Ini, Jumat 3 juli 2026 Pesta Pora
DPR Setujui RAPBN 2027, Target Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen
Gaji PPPK Daerah Bakal Dibiayai APBN? DPR Desak Pemerintah Segera Tetapkan Formula
Menkeu Purbaya Lantik Tiga Dirjen Baru Kemenkeu, Ini Daftar Namanya
Anggaran TKD Berpotensi Bertambah, Pemerintah Siapkan Dukungan untuk Daerah yang Kesulitan Gaji PPPK
Guru PPPK Paruh Waktu Diusulkan Jadi Penuh Waktu, DPR Sebut Gaji Minimal Bisa Tembus Rp7 Juta
Harga BBM Pertamax Turbo & Diesel Resmi Turun, Berlaku 1 Juli 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:49 WIB

Kabar Besar! PermenPANRB 9 Tahun 2026 Terbit, PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi PPPK Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS & Antam Hari Ini, Jumat 3 juli 2026 Pesta Pora

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:30 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Target Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:38 WIB

Gaji PPPK Daerah Bakal Dibiayai APBN? DPR Desak Pemerintah Segera Tetapkan Formula

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:23 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Tiga Dirjen Baru Kemenkeu, Ini Daftar Namanya

Berita Terbaru