DPR Setujui RAPBN 2027, Target Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen

Pemerintah akan memakai hasil kesepakatan DPR sebagai dasar penyusunan RUU APBN dan Nota Keuangan 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Paripurna

Ilustrasi Paripurna

Okepost.id, Jakarta – DPR RI menyetujui hasil pembahasan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2027 dalam Rapat Paripurna ke-23 Masa Persidangan V, Kamis (2/7/2026).

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan hasil pembahasan tersebut akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun Rancangan Undang-Undang APBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027.

“Laporan hasil pembahasan pendahuluan RAPBN 2027 dan RKP 2027 akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBN 2027,” ujar Puan dalam rapat paripurna.

Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Wihadi Wijanto membacakan hasil pembahasan yang sebelumnya dilakukan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Level Rp17.336 per Dolar AS pada Kamis 7 Mei 2026

Dalam kesepakatan tersebut, DPR dan pemerintah menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro tahun 2027.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8–6,5 persen dengan inflasi 1,5–3,5 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada level Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Untuk tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun, pemerintah menargetkan kisaran 6,5–7,3 persen. Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) diproyeksikan berada pada rentang US$70–95 per barel.

Baca Juga :  MK Tolak Gugatan UU ASN, Permohonan PPPK Soal Kontrak Kerja Dinyatakan Kabur

Pemerintah juga menaikkan target lifting minyak bumi menjadi 605.000–620.000 barel per hari. Target lifting gas bumi naik menjadi 951.000–990.000 barel setara minyak per hari.

Dari sisi fiskal, pemerintah memperkirakan pendapatan negara mencapai 12,01–12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara belanja negara dipatok sebesar 13,81–14,80 persen dari PDB.

Di sisi lain, pemerintah mempertahankan target defisit APBN pada kisaran 1,8–2,4 persen terhadap PDB.(Pro)

Berita Terkait

Gaji PPPK Daerah Bakal Dibiayai APBN? DPR Desak Pemerintah Segera Tetapkan Formula
Menkeu Purbaya Lantik Tiga Dirjen Baru Kemenkeu, Ini Daftar Namanya
Anggaran TKD Berpotensi Bertambah, Pemerintah Siapkan Dukungan untuk Daerah yang Kesulitan Gaji PPPK
Guru PPPK Paruh Waktu Diusulkan Jadi Penuh Waktu, DPR Sebut Gaji Minimal Bisa Tembus Rp7 Juta
Harga BBM Pertamax Turbo & Diesel Resmi Turun, Berlaku 1 Juli 2026
Update Buyback Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini, Rabu 1 Juli 2026
PPPK Paruh Waktu Dapat Sinyal Positif, DPR Siapkan Regulasi Peralihan ke PPPK Penuh Waktu
Adkasi Usul Revisi UU Pemda, Daerah Diminta Punya Fiskal Kuat untuk Gaji PPPK
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:30 WIB

DPR Setujui RAPBN 2027, Target Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:38 WIB

Gaji PPPK Daerah Bakal Dibiayai APBN? DPR Desak Pemerintah Segera Tetapkan Formula

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:23 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Tiga Dirjen Baru Kemenkeu, Ini Daftar Namanya

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:41 WIB

Anggaran TKD Berpotensi Bertambah, Pemerintah Siapkan Dukungan untuk Daerah yang Kesulitan Gaji PPPK

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:01 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Diusulkan Jadi Penuh Waktu, DPR Sebut Gaji Minimal Bisa Tembus Rp7 Juta

Berita Terbaru

Artikel

Manfaat Susu Kedelai, Kandungan Gizi, dan Kalorinya

Kamis, 2 Jul 2026 - 14:30 WIB