Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo ilustrasi

Photo ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Berdasarkan data TradingView, rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026) turun 0,22 persen ke level Rp17.700 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda terjadi seiring tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Yen Jepang tercatat melemah 0,22 persen, yuan China turun 0,05 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,22 persen, dan won Korea Selatan anjlok hingga 1,24 persen. Selain itu, dolar Hong Kong melemah 0,03 persen, dolar Taiwan turun 0,33 persen, rupee India terkoreksi 0,10 persen, ringgit Malaysia melemah 0,03 persen, peso Filipina turun 0,20 persen, dan baht Thailand terkoreksi 0,31 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tensi geopolitik global mulai mereda. Namun, tekanan domestik masih membatasi ruang penguatan rupiah.

Menurutnya, pasar saham domestik masih berada dalam tekanan akibat aksi jual investor. Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah sulit keluar dari zona negatif dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah Lagi, Dolar AS Berpotensi Dekati Rp17.900

“Pelaku pasar kini fokus pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan diumumkan besok,” ujar Lukman.

Bank Indonesia diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus meredam tekanan di pasar keuangan.

Selain keputusan suku bunga, investor juga menantikan sikap dan pernyataan resmi Bank Indonesia. Sikap yang lebih hawkish dinilai dapat membantu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tekanan jual di pasar surat berharga negara (SBN) masih relatif terkendali.

Purbaya mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp2 triliun per hari untuk aksi buyback atau pembelian kembali SBN di pasar sekunder. Namun, realisasi penyerapan ternyata masih jauh di bawah target.

“Kemarin saya targetkan serap Rp2 triliun, ternyata hanya sekitar Rp600 miliar. Artinya tekanan jual sebenarnya masih kecil,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Langkah intervensi di pasar obligasi dilakukan karena arus modal asing masih keluar dari pasar SBN. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, sepanjang awal tahun hingga 24 April 2026 tercatat capital outflow asing mencapai Rp20 triliun.

Baca Juga :  Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hingga Hari Ini, Bisa Cair dalam Hitungan Menit

Rupiah Dibuka Melemah

Pada perdagangan pagi ini, rupiah dibuka turun 36 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.742 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS tercatat menguat 0,05 persen ke posisi 99,37.

Meski rupiah melemah, sebagian besar mata uang Asia justru dibuka menguat. Yen Jepang naik 0,03 persen, won Korea Selatan menguat 0,01 persen, sementara baht Thailand dan yuan China masing-masing terapresiasi 0,02 persen terhadap dolar AS.

Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Pasar diperkirakan masih bergerak hati-hati menjelang pengumuman hasil RDG Bank Indonesia. Jika BI benar-benar menaikkan suku bunga acuan dan memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih agresif, rupiah berpeluang menahan pelemahan pada perdagangan berikutnya.

Namun, tekanan eksternal dari penguatan dolar AS dan keluarnya modal asing dari pasar keuangan domestik masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.(Pro)

Berita Terkait

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026
Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat, Analis Prediksi Tetap Uji Level Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor yang Menggerakkan Kurs Hari Ini
Rupiah Menguat ke Rp17.935 per Dolar AS Hari Ini, Ditopang Harapan Damai Timur Tengah dan Sinyal BI
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS

Senin, 13 Juli 2026 - 15:34 WIB

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:10 WIB

Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:20 WIB

Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:32 WIB

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB