Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, dengan penguatan.
Sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan moneter dalam negeri menjadi faktor utama yang mendorong penguatan mata uang Garuda.
Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah dibuka menguat 0,29 persen ke posisi Rp17.935 per dolar AS. Kinerja tersebut sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga bergerak di zona hijau terhadap dolar AS.
Mata uang Asia yang mencatat penguatan antara lain won Korea Selatan sebesar 0,73 persen, peso Filipina 0,41 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, yuan China 0,14 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
Sementara itu, beberapa mata uang regional masih mengalami tekanan. Yen Jepang tercatat melemah 0,20 persen, rupee India turun 0,51 persen, dolar Taiwan terkoreksi 0,15 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan baht Thailand turun 0,08 persen terhadap dolar AS.
Harapan Kesepakatan AS-Iran Angkat Sentimen Pasar
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah berpeluang berlanjut seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang.
Menurut Lukman, harapan terciptanya stabilitas geopolitik global menjadi katalis positif yang mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BI Perkuat Rupiah
Dari dalam negeri, pasar juga menaruh perhatian pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Munculnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan dinilai dapat memperkuat daya tarik instrumen keuangan Indonesia.
Kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi meningkatkan arus modal asing ke pasar domestik sekaligus memberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
Selain itu, wacana pengurangan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendapat respons positif dari pelaku pasar. Langkah tersebut dianggap dapat membantu menjaga kesehatan fiskal pemerintah dan mengurangi tekanan terhadap anggaran negara.
Pasar Pantau Aksi Demonstrasi
Meski sentimen eksternal dan domestik cenderung positif, investor tetap mencermati perkembangan situasi dalam negeri, termasuk aksi demonstrasi yang berlangsung pada hari ini.
Pelaku pasar menilai stabilitas sosial dan keamanan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan aset keuangan nasional. Setiap perkembangan yang berpotensi memengaruhi iklim investasi akan menjadi perhatian investor dalam jangka pendek.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan Jumat.
Prediksi Rupiah Hari Ini
Pembukaan: Rp17.935 per dolar AS
Perubahan: Menguat 0,29%
Support: Rp17.900 per dolar AS
Resistance: Rp18.000 per dolar AS
Sentimen Positif: Harapan damai AS-Iran, potensi kenaikan suku bunga BI, penguatan mata uang Asia
Sentimen Negatif: Ketidakpastian global dan perkembangan aksi demonstrasi domestik. (Pro)









