Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

MAMI menilai valuasi saham Indonesia berada di level murah, namun investor masih menunggu kepastian kebijakan ekonomi dan perbaikan fundamental sebelum kembali agresif.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Valuasi pasar saham Indonesia dinilai telah berada pada level yang menarik. Meski begitu, kondisi tersebut belum cukup kuat untuk mendorong investor kembali melakukan pembelian secara agresif.

Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Freddy Tedja, mengatakan pelaku pasar masih bersikap wait and see sambil menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi dan perbaikan fundamental domestik.

Menurut Freddy, hingga akhir Juni 2026 rasio forward price to earnings (P/E) MSCI Indonesia berada di level 8,7 kali, jauh di bawah rata-rata lima tahun terakhir yang mencapai 13,2 kali. Kondisi ini menunjukkan valuasi saham Indonesia relatif murah.

Namun, ia menilai valuasi rendah juga mencerminkan masih lemahnya keyakinan investor terhadap prospek jangka pendek pasar saham nasional.

Baca Juga :  MSCI Coret ANTM dari Indeks Global, Tata Kelola BUMN Jadi Sorotan

“Pasar saham Indonesia memang menarik dari sisi valuasi, tetapi investor masih membutuhkan keyakinan terhadap prospek ekonomi ke depan,” ujar Freddy, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan, pasar membutuhkan katalis baru agar sentimen investor kembali membaik. Selain pembenahan pasar modal yang telah berjalan sejak awal tahun, pelaku pasar juga menunggu kebijakan ekonomi pemerintah yang konsisten, jelas, dan mampu mendukung iklim usaha.

Freddy juga menilai pemulihan ekonomi riil, terutama peningkatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat, menjadi faktor penting untuk mengembalikan optimisme investor.

MAMI berharap berbagai langkah penyesuaian kebijakan yang diumumkan pemerintah sejak Juni 2026 mampu meningkatkan kepercayaan investor.

Baca Juga :  Daftar 26 Emiten Cum Dividen Pekan Depan, SMGR hingga CDIA Siap Tebar Dividen

Selain itu, pembenahan pasar modal yang menjadi perhatian lembaga penyusun indeks global diharapkan berjalan secara berkelanjutan.

Di tengah kondisi tersebut, investor disarankan tetap mengutamakan kualitas fundamental emiten dibanding hanya mengejar saham dengan valuasi murah.

Disiplin dalam mengalokasikan portofolio dan melakukan akumulasi bertahap juga dinilai penting untuk menghadapi volatilitas pasar.

Selain peluang di dalam negeri, Freddy melihat sektor yang berkaitan dengan rantai pasok kecerdasan buatan (AI) dan industri semikonduktor di kawasan Asia masih memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan.

Meski demikian, seluruh keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.(Pro)

Berita Terkait

Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks
OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp112,67 Triliun pada Semester I 2026
10 Saham Cum Dividen Hari Ini 6 Juli 2026, INDF dan ICBP Tebar Dividen Terbesar
AMMN, DCII, hingga BREN Jadi Penggerak Utama IHSG Sepekan, Namun Indeks Tetap Melemah
IHSG Menguat ke 5.744, Saham Bank Jumbo Jadi Motor Penggerak Pasar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIB

Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:18 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:58 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB