Okepost.id, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia optimistis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dapat mencapai target Rp12 triliun hingga akhir 2026.
Keyakinan tersebut didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan rumah bersubsidi serta peningkatan realisasi penyaluran dalam beberapa bulan terakhir.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, mengatakan bahwa kuota awal KUR Perumahan sebesar Rp8 triliun telah terserap sepenuhnya.
Seiring tingginya permintaan, pemerintah kemudian memberikan tambahan kuota sehingga total alokasi yang dapat disalurkan BRI mencapai Rp12 triliun hingga akhir tahun.
Menurut Aris, hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran KUR Perumahan BRI telah mencapai Rp9,21 triliun. Dengan capaian tersebut, perseroan optimistis target akhir tahun dapat direalisasikan sesuai rencana.
“Tambahan kuota menjadi Rp12 triliun memberikan ruang lebih besar bagi BRI untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Hingga saat ini penyaluran sudah mencapai Rp9,21 triliun dan kami yakin target tersebut dapat tercapai,” ujar Aris dalam kegiatan Sosialisasi KPP dan FLPP di Tambora, Senin (15/6/2026).
Penyaluran Bertambah Rp340 Miliar dalam Sepekan
BRI juga mencatat percepatan penyaluran KUR Perumahan dalam beberapa pekan terakhir. Dalam kurun waktu satu minggu, bank pelat merah tersebut berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp340 miliar kepada 867 debitur.
Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi sebelumnya saat kegiatan sosialisasi serupa di Yogyakarta yang menghasilkan penyaluran sekitar Rp320 miliar.
Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan rumah yang terjangkau, khususnya bagi kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dukung UMKM dan Program 3 Juta Rumah
Selain memperkuat pembiayaan sektor UMKM, BRI juga berkomitmen menjadi salah satu motor penggerak pendanaan program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas pemerintah.
Melalui KUR Perumahan, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan sektor konstruksi nasional.
Program ini pertama kali diumumkan oleh Airlangga Hartarto pada 2025 sebagai bagian dari strategi mempercepat pembangunan perumahan nasional.
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp130 Triliun
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran KUR Perumahan sebesar Rp130 triliun untuk mendukung pembangunan dan renovasi rumah.
Dari total dana tersebut, sekitar Rp117 triliun dialokasikan sebagai modal kerja bagi pengembang perumahan yang terlibat dalam program pembangunan 3 juta rumah. Sementara itu, Rp13 triliun lainnya disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan pembiayaan renovasi rumah.
Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat penyediaan hunian terjangkau sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sektor properti dan konstruksi nasional.(Pro)









