Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (29/5/2026) di zona merah. Pelemahan indeks terjadi di tengah aksi ambil untung investor, tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar, serta meningkatnya volatilitas menjelang implementasi rebalancing indeks MSCI.
Pada pukul 09.01 WIB, IHSG turun 17,42 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.112. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang justru bergerak menguat.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi dalam lima menit pertama mencapai 6,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,55 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 225.214 kali transaksi.
Sebanyak 233 saham berada di zona hijau, sementara 292 saham mengalami pelemahan. Adapun 200 saham lainnya bergerak stagnan.
Rebalancing MSCI Tingkatkan Volatilitas Pasar
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG dipicu oleh aksi profit taking yang terjadi pada sejumlah saham unggulan dan sektor komoditas.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Level resistance diperkirakan berada di area 6.240, sedangkan support berada di kisaran 6.060.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang masih tertekan. Kondisi tersebut berisiko memicu arus keluar modal asing atau capital outflow dari pasar domestik.
BRI Danareksa menambahkan bahwa tanggal efektif rebalancing MSCI yang berlangsung pada penutupan perdagangan hari ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan saham EMAS dan PGAS sebagai pilihan utama.
Saham yang Keluar dari Indeks MSCI Jadi Perhatian Investor
Phintraco Sekuritas menyebut implementasi rebalancing MSCI berpotensi mendorong penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan investasi.
Akibatnya, saham-saham yang dikeluarkan dari indeks berisiko mengalami tekanan jual yang lebih besar.
Saham yang keluar dari indeks MSCI Global Standard meliputi:
AMMN
BRPT
TPIA
CUAN
DSSA
Sementara itu, saham AMRT turun kategori dari MSCI Global Standard ke MSCI Small Cap.
Adapun saham yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap antara lain:
ANTM
AALI
BANK
BSDE
DSNG
SIDO
MIDI
MIKA
MSIN
TKIM
APIC
SSMS
TAPG
Meski demikian, indikator teknikal menunjukkan peluang perbaikan. Stochastic RSI mulai bergerak menuju area pivot dan histogram negatif MACD terus menyempit.
Phintraco memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.000 hingga 6.200 pada perdagangan hari ini.
Saham pilihan Phintraco meliputi CPIN, TLKM, MAIN, MYOR, dan ERAA.
Sentimen Global dan Komoditas Beri Dukungan
CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan bursa Wall Street menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia. Optimisme tersebut didorong oleh harapan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, penundaan implementasi penuh peran PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) serta kenaikan harga sejumlah komoditas global turut memberikan dukungan terhadap pasar.
Meski demikian, pelemahan rupiah, aksi jual investor asing, dan rebalancing MSCI masih menjadi faktor negatif yang membayangi pergerakan IHSG.
CGS memprediksi IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada rentang support 6.065–6.000 dan resistance 6.195–6.260.
Rekomendasi saham dari CGS International meliputi CPIN, PGAS, TLKM, WIIM, EMAS, dan INTP.
Panin Sekuritas Optimistis IHSG Berpeluang Menguat
Berbeda dengan sejumlah sekuritas lainnya, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.
Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, kenaikan harga komoditas utama, serta valuasi saham domestik yang dinilai sudah cukup murah setelah mengalami koreksi.
Panin Sekuritas merekomendasikan saham BUKA, SMGR, dan ISAT sebagai pilihan investasi jangka pendek.(Pro)









