IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.112, Rebalancing MSCI dan Tekanan Rupiah Jadi Sorotan

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (29/5/2026) di zona merah. Pelemahan indeks terjadi di tengah aksi ambil untung investor, tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar, serta meningkatnya volatilitas menjelang implementasi rebalancing indeks MSCI.

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG turun 17,42 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.112. Kinerja tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang justru bergerak menguat.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi dalam lima menit pertama mencapai 6,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,55 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 225.214 kali transaksi.

Sebanyak 233 saham berada di zona hijau, sementara 292 saham mengalami pelemahan. Adapun 200 saham lainnya bergerak stagnan.

Rebalancing MSCI Tingkatkan Volatilitas Pasar

Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG dipicu oleh aksi profit taking yang terjadi pada sejumlah saham unggulan dan sektor komoditas.

Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Level resistance diperkirakan berada di area 6.240, sedangkan support berada di kisaran 6.060.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang masih tertekan. Kondisi tersebut berisiko memicu arus keluar modal asing atau capital outflow dari pasar domestik.

Baca Juga :  Grafik Harga Emas Antam Batangan (18 Juli 2026), Hari Ini Turun atau Naik?

BRI Danareksa menambahkan bahwa tanggal efektif rebalancing MSCI yang berlangsung pada penutupan perdagangan hari ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan saham EMAS dan PGAS sebagai pilihan utama.

Saham yang Keluar dari Indeks MSCI Jadi Perhatian Investor

Phintraco Sekuritas menyebut implementasi rebalancing MSCI berpotensi mendorong penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global yang menjadikan indeks MSCI sebagai acuan investasi.

Akibatnya, saham-saham yang dikeluarkan dari indeks berisiko mengalami tekanan jual yang lebih besar.

Saham yang keluar dari indeks MSCI Global Standard meliputi:

AMMN

BRPT

TPIA

CUAN

DSSA

Sementara itu, saham AMRT turun kategori dari MSCI Global Standard ke MSCI Small Cap.

Adapun saham yang dikeluarkan dari MSCI Small Cap antara lain:

ANTM

AALI

BANK

BSDE

DSNG

SIDO

MIDI

MIKA

MSIN

TKIM

APIC

SSMS

TAPG

Meski demikian, indikator teknikal menunjukkan peluang perbaikan. Stochastic RSI mulai bergerak menuju area pivot dan histogram negatif MACD terus menyempit.

Phintraco memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.000 hingga 6.200 pada perdagangan hari ini.

Baca Juga :  Daftar Harga Emas 22 Februari 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Menghijau

Saham pilihan Phintraco meliputi CPIN, TLKM, MAIN, MYOR, dan ERAA.

Sentimen Global dan Komoditas Beri Dukungan

CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan bursa Wall Street menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia. Optimisme tersebut didorong oleh harapan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Selain itu, penundaan implementasi penuh peran PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) serta kenaikan harga sejumlah komoditas global turut memberikan dukungan terhadap pasar.

Meski demikian, pelemahan rupiah, aksi jual investor asing, dan rebalancing MSCI masih menjadi faktor negatif yang membayangi pergerakan IHSG.

CGS memprediksi IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada rentang support 6.065–6.000 dan resistance 6.195–6.260.

Rekomendasi saham dari CGS International meliputi CPIN, PGAS, TLKM, WIIM, EMAS, dan INTP.

Panin Sekuritas Optimistis IHSG Berpeluang Menguat

Berbeda dengan sejumlah sekuritas lainnya, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.

Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, kenaikan harga komoditas utama, serta valuasi saham domestik yang dinilai sudah cukup murah setelah mengalami koreksi.

Panin Sekuritas merekomendasikan saham BUKA, SMGR, dan ISAT sebagai pilihan investasi jangka pendek.(Pro)

Berita Terkait

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB