BEI Evaluasi Emiten 2026: GOTO dan BELI Keluar dari Papan Ekonomi Baru, SMMA-NCKL Turun Kelas

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi AI

Gambar ilustrasi AI

Okepost.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil evaluasi berkala papan pencatatan saham emiten yang akan berlaku efektif mulai 29 Mei 2026. Hasil evaluasi tersebut memunculkan sejumlah perubahan penting, mulai dari promosi emiten ke Papan Utama hingga penurunan status beberapa perusahaan besar ke Papan Pengembangan.

Perubahan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena status papan pencatatan sering kali mencerminkan kualitas fundamental, likuiditas saham, hingga kepatuhan tata kelola perusahaan.

SMMA dan NCKL Turun ke Papan Pengembangan

Dalam evaluasi terbaru, PT Sinar Mas Multiartha Tbk dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk menjadi dua emiten yang paling disorot setelah resmi keluar dari Papan Utama dan berpindah ke Papan Pengembangan.

BEI menilai kedua perusahaan tersebut tidak lagi memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan untuk tetap berada di Papan Utama.

Selain SMMA dan NCKL, terdapat sejumlah emiten lain yang juga mengalami penurunan status, di antaranya:

Baca Juga :  IHSG Melonjak 1,25 Persen di Awal Perdagangan 12 Juni 2026, BBCA hingga DSSA Pimpin Penguatan

PT Bukaka Teknik Utama Tbk

PT Cisadane Sawit Raya Tbk

PT BUMA Internasional Grup Tbk

PT Greenwood Sejahtera Tbk

PT M Cash Integrasi Tbk

PT Panorama Sentrawisata Tbk

PT Pancaran Samudera Transport Tbk

PT Widodo Makmur Unggas Tbk

GOTO dan BELI Keluar dari Papan Ekonomi Baru

Sementara itu, dua emiten teknologi besar yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan PT Global Digital Niaga Tbk juga mengalami perubahan status.

Kedua saham tersebut kini tidak lagi tercatat di Papan Ekonomi Baru atau New Economy Board dan dipindahkan ke Papan Pengembangan.

Keputusan ini memicu perhatian investor mengingat GOTO dan BELI sebelumnya menjadi representasi emiten digital dengan kapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia.

Puluhan Emiten Naik ke Papan Utama

Di tengah turunnya sejumlah emiten, evaluasi berkala BEI juga membawa kabar positif bagi perusahaan lain. Sebanyak 26 emiten berhasil naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama.

Baca Juga :  The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama, Pasar Saham dan Kripto Hadapi Tekanan

Beberapa emiten yang mendapat promosi antara lain:

PT Akasha Wira International Tbk

PT Bank Amar Indonesia Tbk

PT Baramulti Suksessarana Tbk

PT Diamond Food Indonesia Tbk

PT DFI Retail Nusantara Tbk

PT Lippo Cikarang Tbk

PT Merck Tbk

PT Chandra Asri Pacific Tbk

Selain itu, beberapa saham sektor perbankan dan properti juga sukses memperbaiki status pencatatannya setelah memenuhi persyaratan BEI.

Evaluasi BEI Jadi Sorotan Investor

Evaluasi berkala papan pencatatan saham menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan investor di pasar modal. Perubahan status emiten dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap stabilitas bisnis, kinerja keuangan, hingga tingkat kepercayaan investor.

Dengan berlakunya perubahan ini mulai akhir Mei 2026, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati pergerakan saham-saham yang mengalami promosi maupun degradasi papan pencatatan.(Pro)

Berita Terkait

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks
OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp112,67 Triliun pada Semester I 2026
10 Saham Cum Dividen Hari Ini 6 Juli 2026, INDF dan ICBP Tebar Dividen Terbesar
AMMN, DCII, hingga BREN Jadi Penggerak Utama IHSG Sepekan, Namun Indeks Tetap Melemah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIB

Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:18 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:58 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB