Rupiah Diprediksi Melemah Lagi, Harga Minyak Dunia Jadi Tekanan Utama

Kenaikan harga minyak mentah dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah diperkirakan masih membayangi pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Meski kondisi domestik mulai menunjukkan perbaikan, lonjakan harga minyak dunia diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang membebani pergerakan mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,11 persen ke level Rp17.936 per dolar AS pada Kamis (23/7/2026). Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sehari sebelumnya yang berada di Rp17.917 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI) juga mencatat pelemahan ke level Rp17.915 per dolar AS.

Baca Juga :  Benarkah Gaji Pensiunan PNS Naik Februari 2026? Ini Penjelasan Taspen

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan sentimen dari dalam negeri sebenarnya mulai membaik. Namun, kenaikan harga minyak mentah dunia masih menjadi risiko utama yang dapat menekan rupiah.

Menurutnya, selama harga minyak terus meningkat, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berpotensi berlanjut.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat.

Pada perdagangan sebelumnya, pelemahan rupiah dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah global yang mendekati US$100 per barel. Kenaikan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan kebutuhan impor energi, sehingga mendorong penguatan dolar AS.

Baca Juga :  Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775

Ia juga menilai minimnya agenda rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat membuat perhatian investor beralih pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik di kawasan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pasokan energi global dan mendorong harga minyak tetap tinggi.

Apabila harga minyak terus bertahan di level tinggi, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek.(Pro)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Sinyal The Fed
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 29 Juli 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.087 per Dolar AS Pagi Ini
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Berita Terbaru