IHSG Masih Dibayangi Tekanan, Analis Rekomendasikan 5 Saham Potensial Pekan Ini

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan ini. Tekanan nilai tukar rupiah, aksi jual investor asing, hingga sentimen global menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar saham domestik.

Pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026), IHSG berhasil menguat 67,10 poin atau naik 1,10 persen ke level 6.162. Meski menguat di akhir pekan, indeks saham Indonesia tetap mencatat penurunan tajam sepanjang sepekan.

Data perdagangan menunjukkan IHSG melemah selama empat hari dan hanya sekali mencatat penguatan. Secara mingguan, indeks terkoreksi hingga 8,35 persen.

Nilai transaksi investor mencapai Rp121,56 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 40,28 miliar saham.

Kapitalisasi Pasar Bursa Turun Lebih dari 10 Persen

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad menyebut kapitalisasi pasar bursa turun 10,07 persen menjadi Rp10.635 triliun dari sebelumnya Rp11.825 triliun.

Di tengah penurunan tersebut, rata-rata volume transaksi harian justru naik 2,53 persen menjadi 36,67 miliar saham. Nilai transaksi harian juga meningkat 15,68 persen menjadi Rp21,77 triliun.

Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 6,5 persen menjadi 2,37 juta transaksi.

Baca Juga :  Prudential Indonesia Beberkan Strategi Saat IHSG Anjlok, Pilih Investasi Jangka Panjang dan Sektor Prospektif

Investor asing masih mencatat aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp309,52 miliar pada akhir pekan lalu. Sepanjang tahun 2026, total jual bersih asing mencapai Rp41,63 triliun.

Rupiah dan Kebijakan Ekspor Jadi Sentimen Pasar

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen domestik dan eksternal.

Salah satunya ialah rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan margin emiten komoditas karena menurunkan fleksibilitas penjualan dan average selling price (ASP).

Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh Rp17.712 turut memberikan tekanan tambahan bagi pasar keuangan domestik.

Meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, pelaku pasar masih menunggu langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas rupiah.

Oktavianus memprediksi IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada area support 5.909 dan resistance 6.305.

Sentimen MSCI dan FTSE Masih Membebani

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih rawan terkoreksi akibat potensi arus keluar dana asing.

Baca Juga :  AMMN, DCII, hingga BREN Jadi Penggerak Utama IHSG Sepekan, Namun Indeks Tetap Melemah

Menurutnya, penyesuaian indeks MSCI dan FTSE berpotensi memicu outflow dari pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.

Ia memperkirakan IHSG bergerak pada level support 6.054 dan resistance 6.279 selama pekan ini.

Selain itu, durasi perdagangan bursa yang lebih pendek membuat investor cenderung menahan transaksi sambil menunggu perkembangan pasar global.

Rekomendasi Saham Potensial Pekan Ini

Analis merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai memiliki peluang menguat di tengah volatilitas pasar.

Rekomendasi Kiwoom Sekuritas

INKP diproyeksikan menuju level 8.650

MBMA berpotensi menguat ke level 550

Rekomendasi MNC Sekuritas

HRUM diperkirakan naik ke level 890

PSAB berpotensi menyentuh level 472

ISAT diprediksi menguat hingga level 2.220

Peluang Rebound Masih Terbuka

Meski tekanan pasar masih tinggi, peluang rebound IHSG tetap terbuka apabila nilai tukar rupiah mulai stabil dan tekanan outflow asing mereda.

Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham serta mencermati perkembangan sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.(Pro)

Berita Terkait

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks
OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp112,67 Triliun pada Semester I 2026
10 Saham Cum Dividen Hari Ini 6 Juli 2026, INDF dan ICBP Tebar Dividen Terbesar
AMMN, DCII, hingga BREN Jadi Penggerak Utama IHSG Sepekan, Namun Indeks Tetap Melemah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:57 WIB

Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:18 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:58 WIB

IHSG Dibuka Melemah ke 5.941 Hari Ini, Saham AMMN, TPIA, dan BBNI Tekan Pergerakan Indeks

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB