FTSE Russell Tambah 4 Saham Indonesia Keluar dari Indeks Global Juni 2026

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi (searching)

Gambar ilustrasi (searching)

Okepost.id, Jakarta – Pengelola indeks global FTSE Russell kembali merevisi hasil rebalancing kuartalan periode Juni 2026 dengan menambah daftar emiten Indonesia yang dikeluarkan dari perhitungan indeks globalnya.

Dalam pengumuman terbaru yang dirilis pada 1 Juni 2026, FTSE Russell menghapus empat saham Indonesia tambahan dari Global Equity Index Series (GEIS). Keempat emiten tersebut adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (NSSS).

Sebelumnya, pada 22 Mei 2026, FTSE Russell telah lebih dulu mengumumkan penghapusan empat saham Indonesia lainnya, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

Baca Juga :  IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.782, Saham BBCA hingga TLKM Tekan Pergerakan Indeks

Beberapa emiten yang keluar dari indeks FTSE diketahui terdampak faktor free float yang tidak memenuhi ketentuan hingga tingginya konsentrasi kepemilikan saham.

Dalam revisi terbaru, GOTO dan NCKL tercatat sebelumnya menjadi anggota FTSE Global Mid Cap. Sementara itu, DOID dan NSSS merupakan bagian dari FTSE Global Micro Cap.

FTSE Russell menjelaskan bahwa keputusan penghapusan tersebut berkaitan dengan perpindahan saham-saham tersebut ke papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Status tersebut membuat emiten tidak lagi memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam FTSE Global Equity Index Series.

“Berlaku efektif 22 Juni 2026 karena saham-saham tersebut masuk ke papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), yang mana tidak memenuhi kriteria GEIS dan sejalan dengan perlakuan khusus untuk saham Indonesia pada rebalancing Juni 2026,” tulis FTSE Russell dalam pengumuman resminya.

Baca Juga :  DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas

Meski telah mengumumkan revisi terbaru, FTSE Russell masih membuka peluang adanya perubahan lanjutan terhadap hasil rebalancing saham Indonesia.

Lembaga penyusun indeks tersebut menyatakan evaluasi dan penyesuaian masih dapat dilakukan hingga 5 Juni 2026 sebelum keputusan final ditetapkan.

“Efektif mulai 8 Juni 2026, hasil tinjauan ini akan bersifat final,” tulis FTSE Russell.

Perubahan komposisi indeks FTSE Russell menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi arus dana investor institusi global yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan investasi. Saham yang masuk atau keluar dari indeks umumnya berpotensi mengalami peningkatan aktivitas perdagangan menjelang tanggal efektif rebalancing.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan
MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar
BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%
Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:25 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:51 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:33 WIB

MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13 WIB

BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%

Senin, 13 Juli 2026 - 07:50 WIB

Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Berita Terbaru