PPN DTP hingga Akhir 2026 Dorong Penjualan Rumah Menengah, Citanusa Catat Kenaikan Closing Rate

Perpanjangan insentif PPN DTP 100 persen membantu meningkatkan minat beli rumah pertama dan mendorong penjualan hunian menengah di Karawang Green Village 3.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang Green Village 3./Citanusa Group

Karawang Green Village 3./Citanusa Group

Okepost.id, Jakarta – Citanusa Group masih mengandalkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen yang berlaku hingga akhir 2026 sebagai salah satu penggerak pasar properti di tengah perlambatan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat.

Direktur Citanusa Group Anton Suwandi mengatakan insentif tersebut masih efektif meningkatkan minat masyarakat, terutama pembeli rumah pertama, karena membantu menekan biaya pembelian hunian.

Dukungan terhadap pasar rumah menengah juga terlihat dari hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia pada Triwulan I/2026. Survei itu menunjukkan penjualan rumah tipe menengah mengalami pertumbuhan, menandakan permintaan pada segmen tersebut masih terjaga.

Baca Juga :  Anak Muda Kini Lirik Properti Luar Negeri, Malaysia Jadi Incaran Baru Investasi Generasi Muda

Melihat tren tersebut, Citanusa mengembangkan kawasan Karawang Green Village 3 (KGV3) yang menyasar keluarga muda dan masyarakat kelas menengah. Proyek tersebut menawarkan hunian dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp600 juta yang didukung akses dan fasilitas kawasan.

Perseroan juga mencatat peningkatan kinerja penjualan sepanjang 2026. Tingkat closing penjualan terhadap jumlah kunjungan konsumen meningkat dari sekitar 20 persen pada kuartal pertama menjadi hampir 30 persen pada kuartal kedua.

Baca Juga :  Danantara Terima Hibah Lahan 30 Hektare dari Lippo untuk Program 3 Juta Rumah

Menurut Anton, peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat masih memandang properti sebagai kebutuhan utama sekaligus aset investasi yang memiliki prospek jangka panjang.

Selain harga yang menyasar pasar menengah, prospek pengembangan kawasan diperkirakan akan semakin kuat seiring pertumbuhan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur strategis di sekitar wilayah pengembangan.(Pro)

Berita Terkait

Harmoni Park Group Targetkan Penjualan Properti Naik 20 Persen pada 2026, Hunian Bekasi Makin Diminati
KPR Tenor 40 Tahun Segera Diterapkan, Cicilan Rumah Subsidi Berpotensi di Bawah Rp1 Juta
PWON Raih Penghargaan BIA 2026, Pendapatan Pakuwon Jati Tembus Rp7,11 Triliun
PMN Rp1 Triliun Perumnas Belum Cair, Perubahan Kementerian Jadi Kendala
Danantara Terima Hibah Lahan 30 Hektare dari Lippo untuk Program 3 Juta Rumah
Permen PKP 4/2025 Resmi Berlaku, Pengelolaan Rumah Susun Diperkuat
The Floritz Gallery Diluncurkan, Kawasan Komersial Perdana Asthara Skyfront City Siap Dongkrak Investasi dan Bisnis
BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Cicilan KPR Diperkirakan Bertambah hingga Rp200 Ribu per Bulan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:04 WIB

Harmoni Park Group Targetkan Penjualan Properti Naik 20 Persen pada 2026, Hunian Bekasi Makin Diminati

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:33 WIB

KPR Tenor 40 Tahun Segera Diterapkan, Cicilan Rumah Subsidi Berpotensi di Bawah Rp1 Juta

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:46 WIB

PPN DTP hingga Akhir 2026 Dorong Penjualan Rumah Menengah, Citanusa Catat Kenaikan Closing Rate

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:10 WIB

PWON Raih Penghargaan BIA 2026, Pendapatan Pakuwon Jati Tembus Rp7,11 Triliun

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:08 WIB

PMN Rp1 Triliun Perumnas Belum Cair, Perubahan Kementerian Jadi Kendala

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB