Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS

Konflik Timur Tengah dan Sentimen Domestik Membebani Pergerakan Rupiah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (14/7/2026).

Mata uang Garuda diproyeksikan berada di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.150 per dolar Amerika Serikat (AS) seiring meningkatnya tekanan dari sentimen global dan domestik.

Pada penutupan perdagangan Senin (13/7/2026), rupiah tercatat melemah 44 poin atau 0,24 persen ke level Rp18.109 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) bertahan di kisaran 101, mencerminkan dolar yang masih relatif kuat di pasar global.

Direktur Doo Financial Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Ketegangan meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan rudal dan drone, sementara Iran kembali menyatakan penutupan Selat Hormuz.

Baca Juga :  Rupiah diprediksi menguat seiring potensi gangguan pasokan global reda

Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dunia. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global sekaligus meningkatkan risiko inflasi di berbagai negara.

Menurut Ibrahim, situasi tersebut membuat pelaku pasar kembali memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sikap hati-hati bank sentral AS dinilai dapat memperkuat dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Risalah rapat The Fed pada Juni lalu juga menunjukkan sebagian pembuat kebijakan masih membuka peluang kenaikan suku bunga karena tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Rapat kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Juli 2026.

Sentimen Domestik Ikut Menekan

Selain faktor eksternal, Ibrahim menilai pasar juga mencermati dinamika hukum di dalam negeri. Dugaan kasus korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) disebut berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap kepastian hukum di Indonesia.

Baca Juga :  Klaim Saldo DANA Gratis, Ini 3 Cara Mudahnya

Ia menilai kepastian hukum merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi. Jika kepercayaan investor melemah, arus modal berpotensi tertekan dan berdampak pada nilai tukar rupiah.

Dengan kombinasi tekanan global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan masih menghadapi risiko pelemahan dalam jangka pendek.

Pada pembukaan perdagangan Selasa pagi sekitar pukul 09.05 WIB, rupiah kembali berada di level Rp18.109 per dolar AS, sementara indeks dolar AS tercatat di kisaran 101,24, menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlanjut.(Pro)

Berita Terkait

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026
Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh
Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan
Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan
Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat, Analis Prediksi Tetap Uji Level Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor yang Menggerakkan Kurs Hari Ini
Rupiah Menguat ke Rp17.935 per Dolar AS Hari Ini, Ditopang Harapan Damai Timur Tengah dan Sinyal BI
Grafik Harga Emas Antam Batangan (11 Juni 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS

Senin, 13 Juli 2026 - 15:34 WIB

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:10 WIB

Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:20 WIB

Taspen Desak PP Turunan UU ASN 2023 Segera Terbit, Jaminan Pensiun PPPK Jadi Sorotan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:32 WIB

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050, Sentimen S&P dan The Fed Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB