Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (12/6/2026) di zona hijau dengan kenaikan signifikan. Penguatan saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps menjadi pendorong utama laju indeks pada awal sesi perdagangan.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG naik 73,31 poin atau 1,25 persen ke level 5.959,34 hingga pukul 09.01 WIB. Sepanjang awal perdagangan, indeks bergerak pada rentang 5.952,85 hingga 5.966,32.
Performa pasar saham Indonesia juga ditopang oleh dominasi saham yang menguat. Sebanyak 348 saham tercatat naik, sementara 84 saham melemah dan 194 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp10.432,52 triliun.
Sejumlah saham unggulan mencatat kenaikan cukup tinggi. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin penguatan dengan lonjakan 5,48 persen ke level Rp770 per saham. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 3,92 persen menjadi Rp1.855, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 3,27 persen ke posisi Rp3.160.
Selain itu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menguat 2,39 persen. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,15 persen dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) bertambah 1,73 persen.
Penguatan IHSG terjadi setelah pasar merespons positif meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong reli bursa saham global, termasuk Wall Street, yang kemudian memberikan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia.
Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Karina Rusfidyawati, menjelaskan bahwa pada perdagangan sebelumnya IHSG ditutup melemah 0,28 persen ke level 5.886,03. Penurunan itu disertai aksi jual bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp252,65 miliar.
Menurut Karina, sejumlah saham besar seperti BBRI, DSSA, ASII, AMMN, dan CUAN menjadi sasaran utama aksi jual investor asing. Meski demikian, peluang rebound jangka pendek masih terbuka lebar karena didukung penguatan pasar saham global.
“IHSG hari ini berpotensi mengalami short-term technical rebound ke rentang level 5.900 hingga 5.950,” tulis Karina dalam risetnya.
BNI Sekuritas memperkirakan area support IHSG berada pada kisaran 5.780 hingga 5.840. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada rentang 5.900 hingga 6.000.
Pelaku pasar kini mencermati potensi keberlanjutan penguatan indeks menjelang penutupan pekan, terutama setelah sentimen eksternal kembali mendukung pergerakan aset berisiko di berbagai bursa dunia.(Pro)









